11 WNA Tiongkok di PT AMG Belum Kantongi Izin Kerja

0
214
DEMONSTRASI: Aksi demosntrasi ratusan warga menuntut penutupan PT AMG belum lama ini mengungkap adanya 11 WNA asal China yang tak mengantongi izin kerja. (Dok/Warta Rinjani)

SELONG, Warta Rinjani—Aksi ratusan warga yang menuntut penutupan tambang pasir besi di Pringgabaya, Lombok Timur, beberapa hari lalu mengungkap banyak hal. Salah satunya adalah keberadaan 11 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, H Supardi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui pasti keberadaan WNA Tiongkok tersebut. Ini karena pihaknya belum melihat data usulan izin kerja yang masuk kepada pihaknya.

“Saya tidak pernah melihat ada data WNA yang bekerja di AMG,” ucapnya kepada Warta Rinjani, Sabtu lalu (22/2).

Lazimnya sebuah perusahaan yang telah beroperasi, terangnya, harus melaporkan tenaga kerja yang ada di perusahaan tersebut. Hanya saja, langkah-langkah prosedural itu disebutnya belum dijalani oleh perusahaan tambang tersebut.

Baca Juga  Tahun 2021, Posyandu Keluarga Ditarget 100 Persen

Sejauh ini, terangnya, PT AMG belum melaporkan tenaga kerjanya kepada Disnakertrans Lotim. Karena itu, pihaknya akan menelusuri status keberadaan sejumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok tersebut.

Ia menyebut, hubungan industrial menjadi sasaran untuk mengungkap masuknya tenaga kerja asing di PT AMG.

“Setelah punya izin dan beroperasi, biasanya perusahaan melaporkan jumlah tenaga kerjanya. Kalau ini belum kita terima laporan. Untuk menindaklanjuti, nanti kita telusuri dari hubungan industrial,” ucapnya.

Lebih jelas Supardi meminta kepada pihak PT AMG sadar dan melaporkan peraturan perusahaannya kepada Disnakertrans di kemudian hari. Langkah ini disebutnya penting agar semua tenaga kerja yang masuk di Lotim harus mengantongi izin.

Baca Juga  BP3AKB Lotim Dorong Dikbud Buat Aturan Tentang Pernikahan Dini

Sementara itu, Kasi Hubungan Industrial Disnaker Lotim, Subhan Bahtiar mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan kepada manajemen PT AMG. Dalam surat tersebut, pihak manajemen diminta klarifikasi terkait keberadaan 11 WNA tersebut.

“Kita sudah masukan suratnya lewat Pak Bambang yang ada di PT AMG. Kita masih menunggu jawaban dari mereka,” ucapnya.

Andai nanti pemanggilan itu tidak diindahkan oleh PT AMG, jelasnya, dipastikan pihaknya akan mendatangi langsung perusahaan itu. Langkah ini diambil lantaran pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) terkait dengan perusahaan-perusahaan bandel yang ada di Lotim.

Kepada pihak kementerian, tegasnya, pihaknya telah meminta diterjunkan penyidik untuk memeriksa perusahaan-perusahaan tersebut. Ini dilakukan agar semua perausahaan yang ada di Lotim terdata dengan baik. (hen/qin)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar