LOMBOK TIMUR – Direktur Lembaga Transparanai (Lens@) H. Hafsan Hirwan,SH.M.Kn menilai kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten Lombok Timur, pada pemerintahan H. Sukiman Azmy dan Rumaksi SJ (SUKMA), masih Ambigu. Artinya, dalam melaksanakan tupoksinya tidak punya inisiatif dan kreatifitas dalam menjalankan programnya sesuai visi misinya ASA (Adil Sejahtera dan Aman)

“Kepala OPD jangan hanya mengandalkan pimpinan (bupati) dalam bekerja, harus punya inisiatif program sesuai visi – misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan RPJP Daerah serta memperhatikan RPJM Nasional,” tegasnya.

Google search engine

Menurut Hafsan, selama dua tahun pemerintahan SUKMA, terlihat para kepala OPD hanya menunggu perintah bupati-wakil bupati baru mereka bekerja. Bahkan kebanyakan kepala OPD mengabaikan instruksi bupati selaku pimpinan tertinggi. Mestinya, kepala OPD harus loyal kepada pimpinan yang memberikan SK. Jika kondisi ini dipertahankan terus menerus, mestinya Bupati melakukan reposisi.

“Harus berani melakukan berbagai inovasi dan kreasi di OPD masing-masing, untuk menyukseskan visi misi pemerintah daerah dan mensejahterakan masyarakat,” kata Hafsan.

Untuk itu, setiap Kepala OPD harus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuat berbagai inovasi. Pun, untuk memajukan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi misi pemerintahan SUKMA

BACA JUGA:  Perampokan Resahkan Warga Gonjak

“Kita harapkan masing-masing OPD mampu melahirkan inovasi dalam bentuk program atau kegiatan minimal satu inovasi dalam setahun cukuplah,” ujarnya.

Dia pun mencontohkan, inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan pemukiman (Perkim) hingga berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.
Ini atas inovasi dan optimalisasi kinerja dalam mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni bagi masyarakat tidak mampu di Lombok Timur.

BACA JUGA  Anggota Komisi V DPR RI Kagumi Sirkuit Mandalika Sangat Hebat

Hafsan juga mengatakan, OPD harus memiliki komitmen yang kuat untuk melahirkan sebuah inovasi. Dengan inovasi, Ia optimis bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jadi, seluruh OPD diminta lebih inovatif dalam menyusun program kerja ke depan. Kegiatan tersebut harus difokuskan pada nilai kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Hafsan.

Program dan kegiatan di OPD harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang terukur. Sesuai dengan arah kebijakan pembangunan daerah, OPD diminta menyusun program yang inovatif dan kreatif dengan mendasarkan pada data hasil penelitian dan pengembangan. (wr-dy)

Artikulli paraprakPengelolaan Pariwisata TNGR, Lombok Timur bisa Belajar dari TN Bantimurung Bulusaraung
Artikulli tjetërLombok Timur Borong Penghargaan HUT TNI ke 75

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini