2021, 4 Bidang jadi Skala Prioritas Pemkab Lotim

0
304
Sekda Lotim Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap bersama Kabag Humas dan Direktur RSUD R. Soedjono Selong saat memberikan keterangan pers-nya kepada wartawan

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah berpacu membangun 4 sektor strategis dan menjadi skala prioritas di tahun 2021 mendatang.
Keempat sektor itu diantaranya, infrastruktur, kesehatan, desa dan Investment. Saat ini Pemkab Lotim telah menyiapkan regulasinya dalam mendukung pelaksanaannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Drs. HM Juaini Taofik, M.Ap menyebutkan, keempat sektor strategis dan menjadi skala prioritas di tahun 2021 itu diyakini berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.
Pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting kedepannya. Sebab diketahui, sejak pandemi Covid-19 merebak, infrastruktur terkena imbasnya. Alhasil, sejumlah pekerjaan proyek tertunda.
Selanjutnya, kata Juaini Taofik, bidang kesehatan tak kalah pentingnya.
Setelah RSUD R. Soedjono-Selong naik status dari tipe C ke tipe B, maka kapasitas pelayanan menjadi meningkat. Juga, diiringi dengan peningkatan lainnya seperti SDM dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kapasitas kesehatan di rumah sakit meningkat sejalan dengan kenaikan status. Meski banyak terdapat rumah sakit swasta, tetap saja pilihan masyarakat rumah sakit daerah,” jelas Juaini Taofik dalam konferensi pers di ruang Rupatama I kantor Bupati Lombak Timur, Jum’at (28/8).

Pengembangan desa masih kata Juaini Taofik, bagian dari skala prioritas Pemkab Lotim. Dalam 2 pekan terakhir, Tim kabupaten terus melakukan sosialisasi ke desa dalam melihat progress komitmen Sukiman-Rumaksi (SUKMA).
Komitmen satu desa satu lapangan menjadi bagian program Pemkab Lotim. Untuk mewujudkannya, pihaknya tengah menyusun regulasi untuk memberikan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki setiap desa. Meski banyak desa yang dimekarkan, tak memiliki tanah pecatu karena tidak diberikan oleh desa induknya.
“Tanah desa ini sudah kita inventarisir untuk kemudian dibuatkan kesepakatan sehingga satu desa satu lapangan akan terealisasi,” katanya.

Baca Juga  Suntik Vaksinasi Covid-19 Capai 100 Persen

Investment merupakan prioritas selanjutnya. sejauh ini, kehadiran investor jangan dimaknai hanya dengan keberadaan ritel modern.
Menghadapi pandemi Covid-19 ini, daerah tentu akan menjadi pemenang manakala sektor unggulannya bisa dimaksimalkan.
Investor selayaknya mendapat tempat untuk pengembangan perekonomian daerah. Selama ini, hanya sektor sektor pertanian sebagai andalan. Sebab, PDRB sektor pertanian hanya 28 persen. Hanya kalah dengan multiflier effect sektor pariwisata.
Pariwisata memang masih kecil tapi masih bisa dimaksimal.

“Petani sulit untuk mengangkat perekonomian secara drastis. Meskipun kita tidak menampik masih menjadi andalan di tataran masyarakat di pedesaan. Namun, Pariwisata sepertinya akan menjadi tumpuan kita kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga  Hari Donor Darah se Dunia : UTD Dapat Mensuplai Kebutuhan Darah di Lotim

Investment ini tidak akan bisa berkembang manakala tidak diikuti oleh sektor pariwisata. Misalnya untuk pembangunan titik-titik lokasi wisata salah satunya di Sembalun.
Infrastruktur jalan yang sudah terbangun menjadi modal awal untuk pengembangan investasi. Jika tidak segera ditata maka sebuah kerugian bagi daerah.
Karenanya., Pemkab Lotim mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk kawasan pariwisata Sembalun.
Dengan rancangan itu, diperbolehkan membangun hotel, agro wisata, agro bisnis dan lain sebagainya yang memiliki nilai tambah dari sektor yang dibangun.

“Insya Allah, tahun 2021 kita hadirkan Rencana Tata Ruang (RTR) di Sembalun untuk mendukung sektor pariwisata dan investment,” utandas Juaini Taofik.

Selain itu, belum tuntasnya penyelesaian lahan di kawasan hutan lindung menjadi problematika daerah. Juaini berjanji dalam waktu dekat ini, persoalan lahan di kawasan hutan lindung akan mencapai kesepakatan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kepastian hukum dalam mengelola kawasan hutan lindung tersebut. Setidaknya, ada 29 sertifikat yang masuk dalam kawasan hutan lindung. (dy)

Terimakasih, Silahkan diskusi di kolom komentar