LOMBOK TIMUR – Kematian Dedi Irawan (30) yang tenggelam pada Minggu malam (30/5) beberapa waktu lalu menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarganya.

Korban yang merupakan warga RT 02 Dusun Kliwatanja, Desa Terara, Kecamatan Terara, Lombok Timur ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Bendungan Pandan Dure atau sebelah Barat Montong Bune, Dusun Selagalas, Desa Embung Raja, Kecamatan Terara.

Google search engine

Dedi yang dimakamkam dipemakaman umum “Sadrah” Dusun Lengaluh, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lotim itu ternyata masih menyisakan pertanyaan dikalangan keluarga.

Kejanggalan kematian korban pun mendapat respon tim penyidik kepolisian. Karenanya, pihak keluarga sepakat untuk membongkar makam Dedi dan dilakukan otopsi pada Senin, (12/7), sekitar pukul 09.30 wita tadi.

“Proses pembongkaran makam diiringi oleh bacaan Surah Yasin, yang bacakan langsung oleh kelurganya,” terang Kasi Humas Polrest Lotim, Iptu L. Jaharudin.

Tim Forensik Polda NTB, yang dipimpin oleh Dr. Arfi Syamsun, Sp. Kf. M. Si. Med. pun langsung melakukan otopsi terhadap jasad Dedi.

Adapun hasil dari otopsi yang dilakukan tim forensik Polda NTB bahwa, tidak ditemukannya bekas kekerasan dari kepala sampai kaki almarhum Dedi.

Serikat Media Siber Indonesia
Serikat Media Siber Indonesia

Tim forensik Polda NTB juga menyatakan bahwa 80 persen almarhum Dedi meninggal dunia dikarenakan tenggelam.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tim dokter akan memeriksa sample otak untuk di kirim ke laboratorium forensik,” pungkasnya.

Sebelum korban ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, saat itu korban Dedi tidak sendirian, melainkan bersama dua rekannya yakni MH dan AH. Namun disaat perahu terbalik, Dedi tidak bisa berenang kemudian tenggelam. Dalam insiden tersebut, hanya Dedi meninggal dunia sedangkan dua rekan lainnya selamat.

Dalam pembongkaran pemakaman itu, turut pula hadir Kapolsek Terara, AKP. I Made Ngurah Wirawan. Kasubag Dal ops, Iptu. Dewa Wija Astawa, SH, Wakapolsek Terara, Iptu Lalu Jaharudin, Kasi Dikes Aipda Sapriadi serta, Kades Montong Baan Selatan, Jumesah dan 6 orang perwakilan keluarga almarhum Dedi. (wr-sid)

BACA JUGA  Peringatan Hari Anak Soroti Tingginya Kasus Pernikahan Usia Anak
Artikulli paraprakTabung Gas LPG Bocor, Dua Orang Luka Bakar Serius
Artikulli tjetërTingkatkan Ekonomi Masyarakat, BUMDes Pengadangan Kembangkan Industri Jasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini