LOMBOK TIMUR – Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh Polda dan Polres se-Indonesia untuk menggelar Apel dilanjutkan melakukan patroli skala besar pembagian bantuan sosial (bansos) malam ini kepada masyarakat.

Patroli skala besar pembagian bansos tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.l

Google search engine

Instruksi Kapolri tersebut tampaknya terlihat di sejumlah Polsek-polsek di wilayah hukum Polda NTB.
Pantauan media ini di Polsek Keruak, Lombok Timur khususnya. Dihadiri Camat Keruak, Danramil dan anggota gabungan lainnya menggelar apel kesiagaan.

Dipimpin langsung Kapolsek Keruak, Ipda Nurlana, apel gabungan sekaligus patroli blue light dilaksanakan ke sejumlah lokasi rawan gangguan Kamtibmas.
Terutama pada titik akan digelarnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Keruak.

Kapolsek Keruak memimpin langsung Operasi Blue light dalam rangka menjaga Kamtibmas menjelang Pilkades
Kapolsek Keruak memimpin langsung Operasi Blue light dalam rangka menjaga Kamtibmas menjelang Pilkades

“Patroli blue light dilaksanakan dalam rangka menjaga situasi kamtibmas kerawanan gangguan kamtibmas. Apalagi menjelang pelaksanaan pilkades,” ujar Nurlana kepada media ini Jum’at malam (23/7).

Bukan itu saja, kata Nurlana, patroli gabungan juga akan menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) untuk meringankan beban masyarakat di tengah masa PPKM Level 4 di NTB.

Selain itu, Surat Edaran Gubernur NTB No. 180 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis mikro jadi acuan tim gabungan menggelar kegiatan serupa.

“Pendistribusian bansos dan obat-obatan dilakukan dengan metode proaktif dan reaktif sehingga tepat sasaran,” ujar Nurlana sembari mengutip instruksi Kapolri.

Tim gabungan kata dia, juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat miskin, orang jompo dan pekerja serabutan.
Bahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) tak luput kecipratan rezeki.
Tak tanggung-tanggung, Polsek Keruak beserta tim gabungan lainnya memborong habis semua pedagang yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan.

“Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat selama diberlakukannya PPKM khususnya di Lotim. Sumber penghasilan masyarakat akan menurun dimasa pandemi ini,” tandas Nurlana. (wr-di)

BACA JUGA  Lotim Bersama Tiga Kabupaten di NTB Pertahankan Status PPKM Level I
Artikulli paraprakPersiapan Pilkades di Lotim Capai 80 Persen
Artikulli tjetërWarga Tepis Isu Dukun Santet Hingga Perusakan Rumah di Desa Tanjung Luar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini