Beranda BERITA Jukir, Anak Tukang Ojek Hingga Marbot Masjid Lulus Seleksi Polisi

Jukir, Anak Tukang Ojek Hingga Marbot Masjid Lulus Seleksi Polisi

262
0

MATARAM – Sebanyak 614 dari 3.186 orang pendaftar yang terverifikasi melalui Polda NTB, dalam Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun 2021, dinyatakan lulus sebagai calon siswa atau casis. Dari 614 orang yang dinyatakan lulus tersebut, terdapat juru parkir hingga marbot masjid.

Wahyu Setiaji Nova Azima seorang juru parkir, putra pasangan M. Nazir yang berprofesi sebagai tukang ojek dan ibu Masnun yang sehari-hari berjualan nasi, meluapkan kebahagiaannya dengan melakukan sujud syukur.

Ditemui di sela pengumuman kelulusan, Kamis (22/7) lalu, Wahyu yang lulus pada formasi Tamtama Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), mengungkapkan bahwa dirinya dirinya baru pertama kali mengikuti seleksi dan langsung lulus.

“Sehari-hari saya jadi tukang parkir di depan Polresta dengan penghasilan yang tidak menentu. Saya mendaftar polisi setelah melihat baliho di depan Polres Lombok Timur, karena memang saya berasal dari sana,” ungkapnya.

Ia mengaku, mengikuti seleksi kali pertama pada tahun ini dan langsung dinyatakan lulus.

Wahyu yang asal Lombok Timur itu mengaku dalam mempersiapkan mengikuti seleksi dirinya belajar dan berlatih sendiri dengan memanfaatkan teknologi informasi, termasuk keyakinannya akan proses rekrutmen dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) yang diterapkan Polda NTB.

“Terus terang saya bangga atas hasil tes saya, sebab selama ini saya hanya belajar dan berlatih di rumah dengan cara membuka-buka google,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan anak pasangan buruh harian lepas (BHL) Lalu Padli dan Hilmayati bernama Lalu Bagus, yakni belajar sendiri melalui google. Namun bedanya, kelulusan Bagus sebagai Bintara Polri tahun 2021 ini, setelah gugur pada tes psikologi saat mengikuti rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol/Taruna Polri).

BACA JUGA  Jokowi : Kementerian Sosial jangan ragu salurkan Bansos

“Saya bangga sebab saya lulus atas usaha sendiri. Ini adalah seleksi tahun kedua, sebab di tahun 2020 lalu saya juga mengikuti seleksi AKPOL atau Taruna Polri, tapi saya gugur di psikologi,” katanya.

Sementara Anggara Putra asal Beleka Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, yang sehari-hari menjadi marbot Masjid Baitus Salam Polda NTB, sangat bersyukur dapat diterima sebagai salah satu dari 35 orang, yang lulus sebagai Bintara Polri melalui rekrutmen Bintara Proaktif.

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengangkat derajat orang tua,” ucap anak pertama Suharman dan Nurlaili itu.

Anak petani kelahiran 1 Januari 2002 itu menuturkan, selama menjadi marbot masjid dirinya harus pandai membagi waktu, antara menyelesaikan tugas atau kegiatan masjid dengan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes rekrutmen Polri.

 

Foto : Wahyu, juru parkir di depan Polres Mataram, salah satu peserta yang dinyatakan lulus seleksi Polri tahun 2021. (doc)

“Kadang kalau pagi sedang kosong saya pergunakan untuk olahraga pagi di Lapangan Polda NTB. Kalau kegiatan masjid sedang banyak, olahraganya ya diganti pada habis Isya’,” ungkapnya.

“Nah, selepas itu baru waktu malam saya pergunakan untuk belajar materi akademik dan psikologi,” imbuh Anggara.

Selain itu, Anggara juga menyatakan bahwa selama proses rekrutmen Polri menerapkan prinsip BETAH.
“Jadi, selama pelaksanaan tes prosesnya berjalan dengan aman dan lancar, sebab selepas setiap pelaksanaan tes rekrutmen tersebut, pengumuman nilai bisa langsung terlihat secara transparan,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam Sidang Kelulusan Akhir Penerimaan Polri 2021 Polda NTB menyatakan 614 orang lulus sebagai calon siswa (Casis), dengan rincian 396 orang Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), 27 orang Bintara Brimob, 35 orang Bintara Rekrutmen Proaktif, 30 orang Bintara Kompetensi khusus, 7 orang Eks Catar Akpol, 105 orang Tamtama Brimob, dan 14 Tamtama Polair.

BACA JUGA  H. Rumaksi : Karang Taruna Dapat Dirasakan Manfaatnya Bagi Masyarakat

Wakapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Ruslan Aspan saat memimpin Sidang Kelulusan Akhir, yang digelar secara luring di Gedung Sasana Dharma Polda NTB dan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, mengungkapkan bahwa prinsip BETAH bermuara pada meningkatnya citra Polri di masyarakat.

“Dengan dilaksanakannya prinsip BETAH tersebut, maka masyarakat akan bisa menilai bahwa proses rekrutmen Polri dilakukan secara terbuka, dengan harapan akan dapat meningkatkan citra Polri di masyarakat,” katanya.

“Selamat kepada peserta yang telah lulus dalam seleksi tahun ini, semoga nantinya kalian semua dapat dilantik menjadi seorang personel Polri. Bagi yang belum terpilih (lulus, red) jangan patah semangat, persiapkan diri untuk mendaftar di tahun depan, sebab usaha tidak akan mengkhianati hasil,” katanya. (wr-di)

Artikel sebelumyaSekda Lotim : Birokrasi Melayani, Bukan Dilayani
Artikel berikutnyaJokowi : Kementerian Sosial jangan ragu salurkan Bansos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here