LOMBOK TIMUR – Usai melakukan sidak Puskesmas Baru Masbagik, rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur melanjutkan sidak ke Puskesmas Sikur, Lombok Timur.

Wakil ketua III DPRD Lotim, Badran Achsyid menyampaikan bahwa, pelayanan di Puskesmas Sikur belum memenuhi standar. Itu terlihat dari ketersedian obat yang ada di Puskesmas Sikur sendiri. Pasalnya, ketersedian obat di Puskesmas Sikur masih banyak yang kosong.

Google search engine

Dijelaskannya, masalah ketersediaan obat di Puskesmas Sikur yang minim disebabkan karena dana non kapitasi dari BPJS belum ditransferkan selama dua bulan.

“Obat ini dikelola sendiri, tapi transfer dari BPJS itu sudah dua bulan mereka (Pihak Puskesmas Sikur, Red) belum dikasih. Itu nilainya sekitar yang dua bulan sekitar 200 an juta,” katanya.

Tak cukup disitu, Puskesmas Sikur yang hanya memiliki luas 16 are dengan jumlah 10 kamar perawatan, tujuh desa dengan jumlah penduduk 34.000 menjadi alasan tidak memenuhi standar.

Dari hasil temuannya pada sidak itu kata dia, akan menjadi bahan evaluasi dan akan dilakukan rapat kerja dengan instansi terkait.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sikur, Musdikin, S. Kep. Nes, mengakui bahwa ketersedian obat di Puskesmas Sikur saat ini tidak stabil.

Meskipun ketersedian obat minim, pihak Puskesmas Sikur tetap memberikan masyarakat obat yang standar.

“Tetap kita menggunakan obat yang standar, obat yang kurang ini juga obat yang tidak rutin digunakan. Obatnya ada yang tersedia, tapi tidak sebanyak yang kita inginkan,” katanya.

Untuk sementara waktu dan masih berinduk di kabupaten kata dia, ketersedian obat yang dibutuhkan tetap mengandalkan pendistribusian dari kabupaten.

Dikatakannya, ketika pihaknya meminta untuk didistribusikan obat, terkadang jumlah yang diminta tidak selalu sesuai dengan yang didistribusikan oleh kabupaten.

BACA JUGA  Kekuatan Besar Berupaya Jegal Sukiman Azmy Jelang 2024

“Misal kita minta 10 kotak, belum tentu kita dikasih 10 kotak karena kondisi puskesmas di Lotim yang semakin banyak juga. Untuk menutupi anggaran obat di kabupaten kita harus benar-benar memberikan obat yang sesuai dengan kapasitas atau kodisi puskesmas,” ungkapnya. (wr-di)

Artikulli paraprakEnam Jabatan Kapolres Diganti, AKBP Tunggul Sinatrio ke Mabes Polri
Artikulli tjetërKelurahan Sandubaya Distribusikan Paket Sembako

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini