LOMBOK TIMUR – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Mikro di NTB belum berakhir. Namun tidak menyurutkan niat institusi kepolisian untuk berbagi. Bakti sosial (Baksos) berupa pembagian sembako dirangkaikan kegiatan Patroli Blue Light Skala Besar menjadi fokus utama.

Kapolsek Keruak, Ipda Nurlana disela-sela pembagian sembako mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).
Diakuinya, dimasa pandemi saat ini berpengaruh pada menurunnya sektor ekonomi masyarakat. Meski demikian, Nurlana berharap agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas wilayahnya masing-masing.

Google search engine

“Pembagian sembako Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat selama diberlakukannya PPKM khususnya di Lotim,” tandas Nurlana didampingi Camat Keruak, Danramil Keruak serta anggota lainnya.

Sementara itu, di Mataram Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Heri Wahyudi S.I.K., M.M, membagikan sebanyak 500 paket sembako merupakan rangkaian kegiatan Patroli Blue Light Skala Besar.

Foto : Kapolresta Mataram Kombes. Hery Wahyudi saat membagikan sembako ke lingkungan kumuh. (doc)

Didampingi Dandim 1606 Mataram, Kolonel Armed Gunawan,S.Sos, Kapolresta Mataram Kombes Hery Wahyudi harus blusukan ke salah satu lingkungan kumuh di Daerah Repuk, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sanubaya, Kota Mataram. Warga menerima paket bantuan sembako

“Semoga bantuan ini bermanfaat ya Bu,” ujarnya dengan santun di tengah obrolan singkatnya pada salah satu warga di lingkungan tersebut.

Total paket sembako yang didistribusikan sebanyak 500 paket. Paket-paket tersebut akan disebar oleh Polresta Mataram dan Polsek-polsek jajaran seperti Polsek Mataram, Cakranegara, Ampenan, Lingsar, Pagutan, Narmada serta Gunung Sari.

Selain masyarakat yang membutuhkan, paket sembako juga menyasar para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terkena dampak masa Pandemi Covid-19.

Di sela-sela pemberian bantuan, ia bersama anggota jajarannya terus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa PPKM level Empat untuk mematuhi Prokes. (wr-di)

BACA JUGA  Tetebatu Belum Beruntung Terpilih Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia
Artikulli paraprakBupati Lotim Himbau Panitia Pilkades Siapkan Alternatif Lain
Artikulli tjetërTotal, Pemkab Lotim Terima DBCHCT Rp. 59.8 Miliar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini