LOMBOK TIMUR – Keterlambatan pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Lombok Timur, sebagai akibat tidak kompatibel nya e-warong.

Karenanya, Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy akan mem-verifikasi dan mengevaluasi keberadaan e-warong yang tidak berkompeten.
Diakui Sukiman, banyaknya e-warong di Lotim berbanding terbalik dengan usaha yang seharusnya layak disebut e-warong.

Google search engine

Ia mencontohkan, ada e-warong malah pemiliknya menjual obat-obatan, toko listrik dan lain-lain. Baginya, pemilik usaha demikian itu tidak layani disebut sebagai e-warong .

“Saya heran banyak yang tidak layak jadi e-warong malah ditetapkan sebagai e-warong. Kalau BRI tidak mampu membina e-warong, mohon maaf, Pemkab Lotim akan turun tangan,” jelas Sukiman Azmy kepada wartawan, Senin (26/7).

Jika masih ada e-warong yang tidak sesuai dengan kualifikasinya menjadi sebuah agen e-warong, pemerintah berhak memberhentikannya atau mencabut izinnya.

Bupati Lombok Timur berjanji akan merevitalisasi keberadaan e-warong, agar pendistribusian bantuan kepada masyarakat bisa lancar kembali.

“Kami akan rapat kembali dan Insha Allah, 3 bulan ini akan berjalan kembali,” janjinya. (wr-di)

BACA JUGA  Kekuatan Besar Berupaya Jegal Sukiman Azmy Jelang 2024
Artikulli paraprakDiproyeksikan Jadi RS, Dewan Temukan Fasilitas Masih Minim di Puskesmas Baru Masbagik
Artikulli tjetërEnam Jabatan Kapolres Diganti, AKBP Tunggul Sinatrio ke Mabes Polri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini