LOMBOK TIMUR – Sebanyak 527 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong memperoleh bantuan paket sembako melalui program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Masing-masing KPM memperoleh 10 kg beras yang langsung didistribusikan pada hari Senin (26/7).

Google search engine

Lurah Sandubaya, Hernowo Setiadi.S.STP yang memantau langsung penyaluran paket sembako meyakini bahwa droping paket bantuan sosial tersebut sesuai dengan data yang terdaftar dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Dia menyebutkan, jumlah penerima BST untuk kelurahan Sandubaya sebanyak 343 orang. Sedangkan penerima PKH sebanyak 184 orang.
Data ini dipastikan menjadi acuan kelurahan sehingga tidak ada data tambahan atau siluman.

“Kriteria penerima sudah terdaftar dari Kemensos dan tidak bisa di rubah. Pembagian paket bansos ini diharapkan akan membantu sedikit kebutuhan warga,” papar Hernowo kepada media ini.

Masing-masing KPM kata Hernowo, menerima 10 kg beras. Penyalurannya pun langsung dilakukan pada hari ini juga (Senin, Red).
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan. Bahkan, Lurah Sandubaya secara tegas tidak akan memberikan paket bansos kepada warga yang tidak menggunakan masker.

Sementara itu, salah seorang pendamping PKH, Amrullah Hidayat menyebutkan, warga yang terdata sebagai penerima PKH berjumlah 229 orang. Tetapi, data yang terverifikasi dari Kemensos berjumlah 184 orang.
Pengurangan jumlah ini diakibatkan adanya pemekaran area sehingga perubahan data berbeda dengan kondisi dilapangan.

Selaras pula yang diungkapkan Kepala Lingkungan Rekat Lauk, Abdul Hayyi. Dia menyebutkan, sebamyak 6 dusun di Kelurahan Sandubaya menerima bansos. Diantaranya, Sandubaya, Kebun Baru, Reban Tebu Utara, Reban Tebu Selatan, Reban Tebu Timur dan Rekat lauk.

Sesuai dengan prosedur pengambilan paket bansos, warga yang datang harus mengecek data nama yang tertera pada papan informasi yang sudah ditempel di kelurahan.

BACA JUGA  Sebulan Menghilang, Mayat Pensiunan PNS Ditemukan di Dasar Tebing Sungai

“Sistem ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan saat pengambilan bansos,” pinta Hayyi. (wr-hub)

Artikulli paraprakBadran Achsyid : Pelayanan Puskesmas Sikur Belum Standar
Artikulli tjetërKodim 1615/Lotim Gagalkan Truk Bermuatan Kayu Diduga Selundupan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini