LOMBOK TIMUR – Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur tahun 2021 sebesar Rp. 59.8 miliar.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No..206 /2020 tentang penggunaan pemantauan dana evaluasi DBHCHT pembagian DBHCHT diperuntukkan 50 persen kesejahteraan dan 25 persen masing-masing dailokasikan untuk sektor kesehatan dan penegakkan hukum.

Google search engine

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur, H. Hasni, SE, MA.k menyebutkan, pengalokasian 25 persen untuk penegakkan hukum sebagai bentuk sosialisasi. Sedangkan untuk kesejahteraan dititikberatkan pada pembangunan jaringan irigasi, pembinaan petani tembakau dan infrastruktur pendukung lainnya.

Demikian pula disektor kesehatan. H. Hasni mengatakan, DBHCHT dimanfaatkan untuk penanganan dalam membantu pembiayaan BPJS di Lotim terutama bagi masyarakat miskin.

Dia menyebutkan, dengan keluarnya PMK tersebut pengalokasian DBHCHT harus disesuaikan dengan KUA dan PPAS untuk tahun 2022 mendatang.
Sebab, PMK dikeluarkan pada bulan Maret 2021, sementara APBD 2021 Lotim ditetapkan bulan Desember 2020.

“Maksimal penggunaannya akan dianggarkan pada tahun 2022 mendatang,” ujar Hasni kepada wartawan, Senin (28/7).

Untuk triwulan pertama, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menerima transfer dari pusat DBH CHT 2021 sebesar Rp. 16 miliar dari yang seharusnya diterima dalam 3 tahap.

DBHCHT merupakan dana yang bersifat khusus dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan ke Pemerintah Daerah yang merupakan penghasil cukai hasil tembakau dan penghasil tembakau.

Diketahui jika Lombok Timur menerima dana tersebut lantaran menjadi daerah penghasil tembakau. Dibanding Kota Mataram dengan jumlah penerimaan sebesar Rp. 55 miliar hanya berselisih Rp. 4 miliar dibanding Lotim.

“Kota Mataram memperoleh DBCHCT cukup besar karena sebagai penghasil cukai tembakau. Jadi beda dengan Lotim yang jadi daerah penghasil tembakau,” jelas Hasni. (wr-di)

BACA JUGA  Sukiman Azmy : Kades Jangan Otoriter
Artikulli paraprakBagi Sembako, Polsek Keruak Hingga Polres Mataram ke Lingkungan Kumuh
Artikulli tjetërDiproyeksikan Jadi RS, Dewan Temukan Fasilitas Masih Minim di Puskesmas Baru Masbagik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini