Beranda BERITA Ditengah Pandemi, Pilkades di Lotim Bisa Jadi Percontohan Nasional

Ditengah Pandemi, Pilkades di Lotim Bisa Jadi Percontohan Nasional

295
0
Foto : Sekda Lotim Drs. HM. Juaini Taofik didampingi Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio, SIK, MH dan Dandim 1615/Lotim Letkol. Inf. Agus P. Dony saat menghadir zoom Meeting' bersama Kemendagri. (doc)

LOMBOK TIMUR – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kini jadi atensi Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) RI. Apalagi digelar ditengah pandemi Covid-19.

Karenanya, Bupati Lombok Timur, Drs  H.M. Sukiman Azmy memantau secara langsung pelaksanaan Pilkades Serentak di 29 desa yang berlangsung hari ini, Rabu (28/7).

Bupati Lotim juga melaporkan kondisi di sejumlah TPS kepada Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual.
Protokol kesehatan menjadi penekanan dalam pemantauan tersebut. Hal ini untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran dan penularan covid-19.

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo berpesan agar protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat. Selain itu, Pemda dan Satgas Pencegahan dan Penanggulangan covid-19 Kabupaten Lombok Timur juga diminta melakukan  testing 1377 orang dalam sehari.

“Pilkades ini menghasilkan Kepala Desa yang dapat mendukung tercapainya visi dan misi kabupaten Lombok Timur,”  harap Yusharto.

Sementara itu Sekda Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan sejumlah upaya yang dilakukan Pemda terkait pencegahan penularan dan penyebaran covid-19 pada pelaksanaan Pilkades serentak ini. Diantaranya, keterlibatan Satgas Covid-19 dalam kepanitiaan inti Pilkades tingkat Kabupaten.

Selain itu, kata Sekda, ada pula sub tim ditingkat kecamatan hingga tingkat desa. Bahkan, pada saat bintek KPPS penerapan prokes secara ketat menjadi salah satu penekanan. Demikian halnya dengan pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun.

Ia juga mengungkapkan pada Senin lalu (26/7) para peserta (calon Kades) dan seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkades telah pula menandatangani ‘Deklarasi Damai’ dan kesepakatan untuk tidak menggelar konvoi atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Apartur Desa (FPKAD) Ditjen Bina Pemerintaha Desa Kemendagri Paudah, mengapresiasi pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA  'Bale Wartawan' Badminton Cup, Mulai Digelar Hari Ini

Ia berharap sinergi Pemda bersama Forkopimda serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang ditunjukkan Lombok Timur dapat menjadi model bagi daerah lain. Demikian halnya dengan penerapan protokol kesehatan, termasuk dengan mengurangi jumlah pemilih hingga di kisaran 300 orang dalam satu TPS serta penjadwalan kedatangan bagi para pemilih.

Pilkades serentak di Lombok Timur diikuti 122 orang calon Kades, dengan jumlah DPT 128.600 orang pemilih yang tersebar di 377 TPS. (wr-di)

Artikel sebelumyaNiat Hadiri Acara Pernikahan, Pria Ini Malah Mencuri
Artikel berikutnyaRekap Perhitungan Suara Pilkades Lotim Tidak Boleh Diinapkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here