Beranda BERITA Tete Batu Wakili NTB di Ajang Kompetisi Best Tourism Village UNWTO 2021

Tete Batu Wakili NTB di Ajang Kompetisi Best Tourism Village UNWTO 2021

379
0
Foto : Desa wisata Tete Batu, satu diantara tiga desa wisata di Indonesia akan mengikuti ajang kompetisi best tourism internasional UNWTO 2021. (doc)

MATARAM – Sudah diprediksi sedari awal, Desa Tete Batu bakal mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi Best Tourism Village United Nation World Tourism Organitation (UNWTO) 2021.

Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur direkomendasikan dalam gelaran berskala dunia itu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi menyatakan Desa Wisata Tete Batu secara resmi mendaftar melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sesuai ketentuan lomba yang dipersyaratkan UNWTO. Bahkan, dokumen persyaratan lomba telah diajukan melalui Kemenparekraf RI.

“Tim Kabupaten Lombok Timur telah menyiapkan berbagai kelengkapan data beserta film-film pendek yang menggambarkan daya tarik obyek wisata Tetebatu. Selain itu rekomendasi Gubernur NTB juga dilampirkan sebagai pelengkap dokumen pendaftaran untuk diajukan,” papar Yusron kepada media, Kamis (29/7).

Lebih jauh dikatakan Yusron, Pemprov NTB dan Pemkab Lotim mengucapkan terima kasih atas dukungan Menparekraf RI, Sandiaga Uno.
Dia meyakini Tete Batu akan menjadi wakil Indonesia di ajang bergengsi dunia itu setelah Menteri Sandiaga Uno memerintahkan jajarannya menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

Kemenparekraf telah memastikan Desa Tete Batu jadi salah satu utusan bersama dua desa wisata lainnya menjadi duta Indonesia mengikuti lomba tersebut.
Ajang internasional ini semoga bisa menjadi momentum kebangkitan pariwisata indonesia di tengah pandemi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Desa Wisata NTB, Ahyak Mudin, kawasan Tete Batu dinilai layak menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi ini tingkat internasional.

Selain alamnya yang indah, Tete Batu juga menyimpan sejarah panjang sebagai bagian dari desa wisata.
Apalagi, Desa Tete Batu dikenal pertama kali masyarakat dunia berkat salah seorang wisatawan asal Belanda tahun 1965. Bangunan tempat tinggalnya di Tete Batu jadi tonggak berdirinya puluhan homestay di sekitar desa penyangga. Pondok Soejono menjadi motivasi pertama masyarakat desa mengembangkan Tete Batu jadi desa wisata. Tete Batu juga menjadi pusat akomodasi wisatawan asing yang singgah di Lombok Timur.

BACA JUGA  Terkait Penembakan Briptu Hairul Tamimi : Disangka Suara Ledakan Balon Ternyata Letusan Senjata

“Desa Tete Batu terus berkembang dengan desa penyangga lainnya seperti Desa Tete Batu Selatan, Desa Kembang Kuning dan Desa Jeruk Manis. Empat desa wisata dengan Desa Tete Batu sebagai icon-nya kini menjadi penopang utama kunjungan wisatawan asing Lombok – Sumbawa. Khususnya wisatawan asing asal Belanda dan Jerman,” ungkapnya.

Diakuinya, dengan segala keunggulan dan keindahan panoramanya, Desa Tete Batu bisa menjadi pemenang di ajang lomba kelas dunia tersebut. (wr-di)

Artikel sebelumyaSelundupkan Miras, Dua Pria Asal Sukamulia di OTT di Perbatasan
Artikel berikutnyaStok Oksigen di RSUD Selong Menipis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here