LOMBOK TIMUR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur optimis capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester I sesuai target.

Itu lantaran pengusaha yang memiliki piutang daerah khusus Pajak Mineral Bukan Logam (PMBLB) bersedia membayar. Besarannya cukup fantastis.

Google search engine

Kepala Bapenda Lombok Timur, M. Azlan, SE, MA.k mengungkapkan, pengusaha yang menonggak pajak tersebut sebagian sudah melakukan transfer pembayaran. Direncanakan, pelunasan akan dibayarkan pada bulan Agustus ini dan paling lambat hingga akhir tahun 2021.

“Baik pak bupati maupun pak Wabup Lotim sudah melakukan pertemuan dengan  pengusaha-pengusaha tersebut. Dan mereka sudah bersedia membayar sesuai dengan besaran tonggakan,” ujar Azlan kepada media ini belum lama ini.

Dia menyebutkan sejumlah pengusaha yang tonggakan mencapai Rp. 4.7 miliar, seperti PT. Lombok Energi Dinamik (LED) yang beroperasi di Padak Guar. Tunggakan itu sejak tahun 2019 yang mencapai Rp. 600 juta. Tahun 2020 mencapai Rp. 2.02 miliar, dan terkahir tahun 2021 sebesar Rp. 2.02 miliar.

Selain itu, serapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru mencapai 35 persen. Namun, justru meningkat dibanding tahun sebelumnya meski dimasa pandemi.

“Normalnya, jika dibulan Juni capaian PBB mencapai 50 persen,” kata dia.

Demikian pula, capaian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) justru meningkat 100 persen atau sampai Rp. 7 miliar. Dibanding tahun 2020 lalu hanya Rp. 4 miliar.

“Capaian kita secara umum 72 persen,” sebut Azlan.

Berbanding terbalik dengan capaian pajak hotel dan restoran. Terutama pajak restoran dan rumah makan. Pencapaian dari pajak restoran mencapai 103 persen.
Pencapaian itu malah menjadi acuan daerah lain untuk studi banding seperti Kabupaten Karang Asem dan Bolaan Mongondow.

Pemkab Karang Asem dan Bolaang Mongondow melakukan studi banding ke Lotim lantaran dinilai mampu meningkatkan pajak restoran dimasa pandemi beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Update Capaian OPD, Bapenda Lotim Kenalkan Aplikasi SEMPAD

“Ini yang sedang kita galakkan. Sehingga Bapenda Lotim melakukan uji petik disejumlah restoran di Lotim untuk meningkatkan pajak,” kata dia.

Untuk menggenjot target pendapatan dari pajak restoran, Bapenda Lotim akan bekerjasama dengan semua pihak. Termasuk melakukan sosialisasi ke masing-masing sekolah dan sejumlah restoran/rumah makan di Lotim.

Sedangkan, pencapaian pajak hotel justru mengalami penurunan secara drastis. Karena pemberlakuan pelarangan ke obyek wisata dan PPKM sehingga tingkat okuvansi hotel menurun.

Karenanya, Azlan meyakini target pendapatan daerah tahun 2021 ini akan lebih meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2019, realisasi PAD mencapai Rp  292 miliar. Meningkat pada tahun 2020 yang mencapai mencapai Rp. 328 miliar. (wr-di)

Artikulli paraprakSprinter Andalan Indonesia Zohri Optimis Menang di Olimpiade Tokyo
Artikulli tjetërPencuri Spesialis HP Lintas Kabupaten Diciduk Polres Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini