LOMBOK TIMUR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Lombok Timur mencatat sebanyak 29 kasus pernikahan dini terjadi di Lombok Timur (Lotim).

Angka itu tercatat pada semester pertama di tahun 2021, bulan Januari hingga Akhir Juli.

Google search engine

“Berbicara masalah angka, tentu lebih tinggi tahun 2020. Sekarang ini di angka 29, itu yang terakam, kita tidak tahu yang tidak dilaporkan masyarakat,” terang Kelapa Dinas P3AKB Lotim, H. Ahmat, Senin, (2/7).

Nanti kata dia, untuk lebih mengoptimalkan keberadaan Peraturan Desa (Perdes) tentang pernikahan dini, pihaknya akan membuatkan setiap desa tersebut kader pendamping.

Adapun untuk pendamping, pihaknya sudah bentuk di 254 desa. Tugas pendamping ini untuk pendampingan progres Perdes tersebut.

“Ini nanti perannya pendamping itu, untuk mencari data itu. Dan untuk memantau 1000 Hari Pertama Kehidupan itu, salah satunya masuk tentang perkawinan percegahan itu,” katanya.

Melihat angka pernikahan dini tersebut, ia meminta semua jajarannya untuk lebih fokus sosialisasi ditengah masyarakat.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan stek holder terkait penanganan kasus pernikahan dini tersebut.

“Kita juga akan mendorong penuh desa untuk menjalankan Perdes itu, jangan hanya dibuat. Kami juga akan memberikan reward kepada desa yang tidak ada kasus pernikahan dininya,” tutupnya.(wr-sid)

BACA JUGA  Bupati Sukiman Lepas Peserta event Rinjani 100 di Obel-Obel Kecamatan Sambelia
Artikulli paraprakJadi Wisata Tertua di NTB, Tete Batu Wakili Indonesia di Ajang BTV
Artikulli tjetërDua Formasi CPNS dan P3K di Lotim Sepi Peminat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini