Beranda BERITA Puluhan Waitress Cafe Diamond Labuhan Haji Ditertibkan

Puluhan Waitress Cafe Diamond Labuhan Haji Ditertibkan

432
0
Foto : Puluhan pekerja cafe atau waitress Cafe Diamond Lab. Haji diamankan untuk didata. (doc)

LOMBOK TIMUR – Puluhan Waitress atau pemandu lagu yang beroperasi di Kecamatan Labuhan Haji terpaksa ditertibkan untuk dilakukan pendataan. Sebagian besar waitress tersebut bekerja di cafe Diamond.

Pendataan PS di cafe Diamond tersebut dialkukan oleh petugas gabungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertran), Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Dukcapil, Dinas Sosial dan Camat Labuhan Haji, Lotim.

Kepala Disnakertrans Lotim, Supardi mengatakan, pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan semua waitress atau lebih dikenal dengan Partner Song (PS) yang bekerja di cafe tersebut telah masuk di data perusahaan tempat mereka bekerja atau tidak.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi ketika perusahaan itu beroperasi. Dijelaskannya, perusahaan tersebut harus mengesahkan aturan yang akan mereka buat sendiri.

“Perusahaan diharuskan untuk mendaftarkan para pekerjanya, entah itu pekerja tetap, kontrak maupun yang berstatus pekerja antar waktu. Dan dari 21 orang yang dipekerjakan di tempat ini semuanya telah ada perjanjian kerjanya. Semuanya adalah pekerja antar waktu,” katanya.

Diharapkan kepada semua perusahaan supaya rutin malaporkan data para pekerjannya ke Disnakertran Lotim. Hal tersebut dianggap penting karena itu merupakan bagian dari upaya untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan dari perusahaan tersebut.

Terkait pelanggaran tersebut, diakuinya sejauh ini sanksi yang diberikan hanya bersifat administrasi. Tapi kedepannya tentunya mereka akan memberikan sanksi yang lebih tegas ketika ditemukan ada perusahaan yang tidak patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Camat Labihan Haji, Muhir menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin pemerintah setempat.

Secara yuridis, siapapun boleh tinggal diseluruh wilayah Indonesia, selama yang bersangkutan juga warga negara Indonesia.

Tetapi sebutnya, diamanahkan dalam undang-undang, pemerintah kota/kabupaten wajib mendata keberadaannya, sehingga tidak menjadi penduduk liar di penduduk setempat.

BACA JUGA  Percepatan Vaksinasi, Kendaraan Antar Jemput Disiapkan Polisi

“Makanya kami libatkan pihak Dukcapil, Dinas Sosial juga kami libatkan, jangan sampai di Labuhan Haji ini ada perdagangan anak atau memperkerjakan anak dibawah umur,” katanya.

Sementara itu, owner Cafe Diamond, Lalu Agus Wirawan mengakui kelalaiannya tidak melakukan pelaporan ke pihak Disnakertras Lotim. Kelalainnya tersebut disebut tak terlepas dari dampak pandemi Covid-19.

“Semua ketentuan dari pemerintah kabupaten sudah kami lakukan, hanya ini tempat kami lalai” pungkasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap 21 PS tersebut, tim memberikan arahan terkait penggunaan pakaian yang lebih sopan dan rapi.

Selain itu, aturan waktu tutup yang sudah disepakati harus ditaati. Jika tidak, maka akan ditindaklanjuti. (wr-sid)

Artikel sebelumyaKasus Covid-19 di Lotim Kembali Melonjak
Artikel berikutnyaSeleksi Administrasi, Ribuan Pelamar CPNS dan P3K Gugur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here