LOMBOK TIMUR – Setelah cafe Diamond, petugas kembali melakukan verifikasi kependudukan terhadap para Partner Song (PS) yang di cafe Meliwis, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur.

Dalam pendataan itu, petugas gabungan mendapatkan seorang waitress atau partner song ber KTP palsu.

Google search engine

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol-PP Lombok Timur, Sunrianto, S.Sos, menyebutkan, dari hasil operasi tersebut, petugas menemukan salah seorang PS yang tidak terdeteksi di Sistem Infomasi Administrasi Kependudukan (SIAK) atau palsu.

“Kami minta kepada pengelola untuk memverifikasi ke Dinas Dukcapil, untuk disesuaikan dengan pemilik NIK dan kita berikan batas waktu 3 hari. Kalau tidak diindahkan maka kita akan melakukan penertiban,” terang Sunrianto kepada wartawan saat melakukan pendataan di cafe Meliwis, Rabu, (4/8).

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, H. Supardi menyatakan, ketika perusahaan sudah mempunyai izin operasional maka harus mentaati aturan yang diterbitkan oleh pemerintah. Seperti batas jam kerja karyawan, jaminan kerja karyawan, status kepegawaian karyawan, jumlah karyawan dan lainnya.

“Semuanya sudah ada diaturan perusahaan, kalau dia pegawai tidak tetap atau pekerja waktu tertentu seperti di cafe Meliwis yang pekerjaannya itu sebagai PS atau Partner Song, maka begitu mereka tanda tangan kontrak itu wajib dilaporkan oleh perusahaan,” sebutnya.

Semua PS yang bekerja di cafe Meliwis tersebut berjumlah 19 orang dan berasal dari luar daerah. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan juga harus mengasuransikan pegawainya ke BPJS.

“Intinya bahwa kita ingin semua PS ini memiliki identitas yang jelas bukan penduduk yang ilegal,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja malam di Cafe Meliwis, Kecamatan Labuhan Haji Lotim, Mawar (nama samaran) mengaku bekerja sampai jam 12 malam dan hanya bekerja sebagai pemandu suara saja.

BACA JUGA  Puluhan Waitress Cafe Diamond Labuhan Haji Ditertibkan

Dia memuturkan, perusahaan tempatnya bekerja (cafe Meliwis, Red) tidak memperbolehkannya bekerja melebihi dari jam operasional yang sudah ditentukan.

“Kami tidak diperbolehkan bekerja dari jam 20.30 – 24.00 wita, kalau lebih, cuman sampai 20 menit saja,” tutup Mawar. (wr-sid)

Artikulli paraprakMeski Kasus Naik, Lotim Masih di Level II
Artikulli tjetërBPJS Kesehatan Selong Terima Donasi JKN-KIS PT. KCM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini