LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur mulai besok, Jum’at (6/8) akan meniadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Lombok Timur untuk jenjang TK, SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi, ST,MT menjelaskan bahwa selama dua minggu terakhir, pihaknya terus mengawal protokol kesehatan (Prokes) di semua sekolah, khususnya dibawah naungan Dikbud Lotim.

Google search engine

“Pada dasarnya, sebagian melaksanakan prokes dan sebagian abai terhadap prokes. Bagi yang abai terhadap prokes, pihaknya tingkatkan statusnya menjadi monitoring bersekuensi, itupun ada yang ditutup untuk memperbaiki prokesnya,” tegas Dewanto kepada wartawan, Kamis, (5/8).

Pada minggu terakhir pihaknya kembali melakukan evaluasi. Ia menjelaskan sudah banyak sekolah yang melaporkan para warga sekolahnya yang terpapar covid-19.

Mendengar adanya laporan tersebut sambungnya, bersama Dinas Kesehatan (Dikes) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim mengkaji fenomena yang terjadi pada seminggu terakhir tersebut.

“Dari grafik menunjukkan adanya kenaikan. Sehingga diputuskan, PTM untuk sementara waktu diberhentikan karena faktor resikonya yang tinggi,” katanya.

Adapun untuk surat edaran pemberhentian PTM tersebut sudah disebarkan luaskan kepada semua pihak sekolah yang dibawah naungan Dikbud Lotim.

“Kami (Dikbud Lotim, Red) dan Kemenag Lotim juga sepakat untuk menutup sekolah,” sebutnya.

Adapun untuk batas waktu penutupan sekolah tersebut belum ditentukan secara pasti. Pihaknya akan menunggu rekomendasi dari satuan gugus tugas untuk memberlakukan PTM kembali.

Adapun upaya yang dilakukan Dikbud Lotim dalam proses pembelajaran secara daring nantinya, ia minta kepada semua jajaran pendidikan, baik dari guru, pengawas dan lainnya untuk me-refresh kembali prosedur yang dilakukan sebelum pembelajaran tatap muka waktu itu.

“Sebelumnya kita udah melaksanakan pembelajaran daring sebelum PTM ini, kami minta itu direfresh kembali,” pungkasnya.

BACA JUGA  Varian Baru Covid-19 Belum Terdeteksi di Lotim

Sebelum PTM diberhentikan secara menyeluruh, pihaknya sudah menutup setidaknya tujuh sekolah. (wr-sid)

Artikulli paraprakTerimakasih Pak AKBP Tunggul Sinatrio, S.I.K, MH Sebagai Kapolres Lombok Timur
Artikulli tjetërDistan Lotim Optimasi Lahan Kering 500 Hektar di Pringgabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini