LOMBOK TIMUR – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur akan mengoptimalkan lahan kering di Kecamatan Pringgabaya. Hal itu untuk meningkatkan indeks penanaman, khususnya tanaman pangan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian (SPS) Distan Lotim, Lalu Fathul Kasturi, SP menjelaskan, optimasi lahan kering yang di Kecamatan Pringgabaya tersebut seluas 500 hektar. Diketahui, lahan kering di Kecamatan Pringgabaya tersebut bisa ditanam hanya satu kali.

Google search engine

“Ini yang kita tingkatkan, minimal menjadi dua kali dan maksimalnya tiga kali, sesuai dengan NP 1, NP 2 dan NP 3, itu harapan kita,” Terang Kasturi kepada wartawan, Kamis, (5/8).

Dikala pihaknya sudah memberikan infrastruktur sewa kelola tersebut kepada kelompok tani kata dia, kewajiban kelompok tani tersebut harus menanam hingga selesai dilaksanakan kegiatan tersebut.

Nantinya, Infrastruktur itu akan dikoneksikan dengan sumur Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang ada. Sementara jumlah sumur P2AT di Pringgabaya itu sebanyak 72 unit.

“Dari 72 unit sumur P2AT ini, dari eksisting yang ada, luar baku lahan kering kita yang khusus di Kecamatan Pringgabaya kurang lebih 3.432. Sedangkan yang baru bisa di fasilitasi pada tahun ini sekitar 450 hektar,” sebutnya.

Sedangkan untuk Kelompok tani saat melaksanakan kegiatan akan dibuatkan perjanjian terkait kesanggupan untuk menanam.

“Itu jadi kuncinya dan polanya sewa kelola,” sebutnya.

Dikatakannya, dari 10 kabupaten/kota di NTB, Lotim termasuk kabupaten yang beruntung. Pasalnya, pada refocussing yang ke empat, pemotongan anggaran di Pusat, Lotim mampu melewati refocussing tersebut.

“Hanya dua kabupaten dari 10 kabupaten/kota yang bisa melaksanakan ini, yakni Lotim dan Dompu,” katanya.

Untuk diwilayah Selatan, ada lahan kering dan ada sumber air yakni di embung Wakan. Adapun untuk kelompok taninya yang di Pringgabaya sebanyak 7 kelompok dan yang di Jerowaru sebanyak satu kelompok.

BACA JUGA  Bupati Lotim Minta Pelaku Pemotongan Video dan Pengerusakan Ponpes Harus Diperlakukan Sama

“Per kelompok itu berdasarkan luas lahan, hektaran ini menentukan jumlah alokasi anggaran yang didapatkan. Pada tahap peratama, sudah 70 persen sudah masuk ke rekening kelompok,” kata dia.

Kedepannya lahan kering tersebut harus difokuskan dan lahan kering harus dilirik. Karena baginya, potensi produksi dilahan kering banyak sekali, terlebih lagi dikaitkan dengan kebutuhan lahan.

Dikatakannya, apabila optimasi lahan kering di tahun ini berhasil, tahun depan akan ditingkatkan lagi.

“Ini yang pertama untuk optimasi, jika berhasil maka kita di Lotim ini akan ditambah lagi,” tandasnya.(wr-sid)

Artikulli paraprakAngka Covid-19 Naik, Dikbud Lotim Tutup Semua Sekolah
Artikulli tjetër54 Aset Daerah Milik Pemkab Lotim Bermasalah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini