LOMBOK TIMUR – Hasil produksi panen yang menurun menjadi salah satu penyebab harga komoditas tomat di Lombok Timur mengalami kenaikan. Saat ini harganya mencapai Rp. 20 per kg.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Dinas Perdagangan Lotim, Usman mengatakan, hasil panen yang menurun itu kemungkinan karena faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Google search engine

“Perubahan cuaca ini juga secara global. Ada istilah kemarau basah, ada hujan di musim kemarau ini. Mungkin ini juga faktornya,” terang Usman kepada wartawan, Senin (9/8).

Selain harga tomat, cabai juga mengalami kenaikan, namun tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan.

“Tomat ini yang agak mahal sekarang, bahkan kenaikannya bisa mencapai 100 persen,” sebutnya.

Meskipun harga tomat naik, hal itu tidak terlalu dipermasalahkan. Karena tidak mempengaruhi kesejahteraan masyarakat di Lotim. Bahkan katanya, sesekali kenaikan harga tomat juga perlu untuk kesejahteraan para petani tomat.

Dikatakannya, saat ini belum ada upaya yang intens untuk menstabilkan harga tomat. Karena, droping dari daerah lain juga mengalami kendala, terlebih lagi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Pengaruhnya karena PPKM ini tidak terlalu signifikan, tapi produksi panen saat ini yang agak menurun,” katanya.

Kenaikan harga tomat itu juga perlu baginya, karena hal itu juga membantu mensejahterakan para petani tomat.

“Sesekali itu perlu (kenaikan harga tomat, Red), karena petani tomat kita juga kadang-kadang mengalami kerugian di saat panen,” pungkasnya.

Adapun untuk bahan makanan lainnya, seperti daging tidak mengalami kenaikan. (wr-sid)

BACA JUGA  Pemerintah Perlu Kaji Ulang Kebijakan Menaikkan Harga Tiket Naik Candi Borobudur
Artikulli paraprakPeringatan Hari Anak Soroti Tingginya Kasus Pernikahan Usia Anak
Artikulli tjetërJenazah TGH L Albayani Akbar yang Hilang Saat Dikebumikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini