LOMBOK TIMUR – Angka pasien Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur trus menunjukkan trend kenaikan. Meski masih terbilang normal, Pemkab Lombok Timur telah mengantisipasi kemungkinan yang terjadi bila sewaktu-waktu angka kasus melonjak.

Sejauh ini, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur baru terisi sekitar 109. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim bersiaga dengan menyiapkan BOR sebanyak 509.

Google search engine

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taufik, M.Ap menyatakan, untuk merawat pasien Covid-19 tidak hanya terpusat di rumah sakit atau tempat kesehatan lainnya. Melainkan, akan menggunakan fasilitas publik lainnya.

“Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional Lotim sudah kita jadikan tempat perawatan pasien Covid-19, Rusunawa yang di Kayangan juga, Rumah Sakit Islam (RSI) Namira yang sebelumnya tidak digunakan, kini kita gunakan untuk perawatan pasien Covid-19,” terang Juaini kepada wartawan, Selasa, (10/8).

Dijelaskannya, untuk 509 tempat tidur pasien Covid-19 itu berada ditempat yang berbeda dengan jumlah yang berbeda juga.

“Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedjono sebanyak 150 tempat tidur. RSUD Lombok Timur sebanyak 75 tempat tidur, RSI Namira sejumlah 15 tempat tidur, Rusunawa Kayangan sejumlah 200 tempat tidur dan BLK Internasional Lotim sebanyak 100 tempat tidur,” sebut Juaini Taofik.

Menurut grafik per tanggal 9 Agustus 2021, kasus covid-19 di Lotim sebanyak 118 kasus, yang tersebar di 19 kecamatan dan 76 desa/kelurahan. (wr-sid)

BACA JUGA  Gebrakan Jaksa Agung Disebut Kontroversial : Sikat Koruptor Hingga Keadilan Restoratif
Artikulli paraprakBaru Keluar Penjara, Residivis Curanmor Kembali Berulah
Artikulli tjetërRumaksi Berjanji Berikan Ruang Kegiatan Bagi Para Veteran Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini