LOMBOK TIMUR – Kenaikan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur dalam satu bulan terakhir, tidak lepas dari kelalaian semua pihak. Apalagi, status Lombok Timur kini meningkat dari level II menjadi level III.

Meski demikian, kewaspadaan menjadi faktor penting untuk mengantispasi kemungkinan penularan.

Google search engine

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lombok Timur, DR. H. Fathurrahman mengakui jika meningkatnya angka kasus Covid-19 di Lotim akibat kelalaian. Bagaimanapun juga, semua pihak harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan tetap waspada dengan virus ini

“Kondisi di Lotim tidak jauh berbeda dengan daerah lain di NTB. Dan penyebaran masih saja terjadi. Data hingga saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif menjadi 103 orang,” jelas Fathurrahman kepada wartawan.

Walau demikian, Pemda Lotim sudah mempersiapkan sedari awal sejumlah rumah sakit untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan sewaktu-waktu. Selain RSUD Soedjono Selong, RS Patuh Karya, RS Lombok Timur, RS swasta, BLK dan Rusunawa di Labuhan Lombok-Kayangan menjadi alternatif tempat ruangan isolasi.

Dikatakan Fathurrahman, angka kasus ini harus diimbangi dengan ketersediaan dan kesiapan tempat tidur di rmh sakit.

“Kita sudah merespon apa yang menjadi kekhawatiran dikemudian hari. Tapi sebenarnya, rumus untuk mengantisipasi kasus ini adalah 3T dan 3 M,” akunya.

Treasing, Treatment dan Testing (3T) serta Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan (3M) merupakan kunci menghindari penyebaran virus ini.

Sayangnya kata Fathurrahman, masyarakat mengabaikan prokes ini sehingga angka kasus kian bertambah.

“Kita mulai dari diri kita, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja untuk mulai disiplin. Nah, kebanyakan yang meninggal dunia mereka yang mempunyai commorbid atau penyakit penyerta,” jelas dia.

Untuk itu, deteksi dini menjadi hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal terburuk.
Keterlambatan deteksi bisa saja menjadi salah satu faktor virus ini lebih berat bahkan berakhir dengan kematian. (wr-di)

BACA JUGA  Varian Baru Covid-19 Belum Terdeteksi di Lotim
Artikulli paraprakKemenkes Distribusikan 10 Ton Oksigen Ke NTB, Lotim Hanya Kebagian Puluhan Tabung
Artikulli tjetërAnggota Pramuka Dituntut Jadi Pelopor Penegakan Prokes

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini