Beranda BERITA Camat Labuhan Haji Tepis Isu Kapal Pengangkut Buaya Terbalik

Camat Labuhan Haji Tepis Isu Kapal Pengangkut Buaya Terbalik

7092
0
Foto : Warga di Labuhan Hajj mengabadikan penampakan seekor buaya di sekitar pantai Labuhan Haji belum lama ini. (doc)

LOMBOK TIMUR – Camat Labuhan Haji, Muhir menepis isu yang beredar di masyarakat tentang adanya kapal pengangkut buaya terbalik di perairan pantai Labuhan Haji, Lombok Timur yang menyebabkan kemunculan buaya di pantai Labuhan Haji.

“Kapal pengangkut buaya yang terbalik itu hoax. Tidak ada kapal yang terbalik,” tegas Muhir kepada wartawan, Senin, (16/8).

Namun kemunculan seekor buaya yang berhasil terekam pada hari Jum’at, (13/8) lalu itu kata dia, memang benar adanya dan hanya berjumlah satu ekor saja.

Foto : Camat Labuhan Haji, Muhir, SPd. (doc)

Kemunculan seekor buaya itu juga tak membuat dirinya heran. Karena sejak dahulu, muara sungai dikawasan pantai Labuhan Haji sudah dihuni oleh buaya.

“Saya tidak heran dengan kemunculan buaya itu, karena dari zaman dulu buaya di pantai Labuhan Haji memang ada. Tapi kemunculannya kali ini bisa direkam oleh warga,” katanya.

Ia kembali menegaskan, keberadaan buaya itu bukan karena adanya kapal pengangkut buaya yang terbalik. Ia juga mengatakan, kemunculan buaya di kawasan pantai Labuhan Haji dan Pringgabaya itu kemungkinan besar adalah buaya yang sama.

“Kalau benar adanya kapal pengangkut buaya yang terbalik, pasti pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan memberitahu kita, tapi mereka (BKSDA, Red) tidak melaporkannya,” katanya.

Adapun kemunculan buaya itu sambungnya, sudah dalam pemantuan pihak BKSDA untuk dilakukan tindakan pengamanan.

Sementara itu, kemunculan buaya itu juga dibenarkan oleh salah seorang warga Labuhan Haji, Nursaim.

Ia yang menjadi saksi kehadiran buaya Jum’at, (13/8) pekan lalu,sekitar pukul 14.00 wita itu menceritakan, kehadiran buaya itu pertama kali dilihat oleh para pemancing dan warga yang tengah mencari rumput laut di sekitaran pantai Labuhan Haji.

 

“Buaya itu, panjangnya juga adalah sekitar 5 meteran,” tuturnya.

BACA JUGA  Kunjungi NTB, Presiden Akan Resmikan Sirkuit Mandalika

Dijelaskannya, banyak warga sekitar juga yang berdatangan menyaksikan kemunculan buaya itu dari pinggir pantai.

“Atas inisiatif warga, buaya itu dihalau oleh nelayan agar tidak menepi ke arah pantai,” sebutnya.

Adapun untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pihak berwajib sudah memasang papan plang agar masyarakat tidak mandi dan menyelam di lokasi Pantai Labuhan Haji. (wr-sid)

Artikel sebelumyaPTM di Lotim Kembali Dibuka Kamis Mendatang
Artikel berikutnyaIKLAN | Direktur RSUD R. Soedjono Selong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here