LOMBOK TIMUR – Hingga saat ini, Bulog Cabang Lombok Timur (Lotim) telah mendistribusikan sebanyak 1500 ton yang diperuntukkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, penambahan beras bagi terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebanyak 489 ton bagi 49.995 orang.

Kepala cabang Bulog Lotim Zohri Hanapi menyebutkan, program bantuan beras 1500 ton telah terdistribusi ke masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai data yang ada.

Google search engine

Disamping itu, penambahan kembali bagi masyarakat yang terdampak PPKM dengan jumlah 49.995 orang.

“Semua sudah didistribusikan,” beber Zohri Hanafi kepada media ini, Kamis (19/8).

Bulog Cabang Selong kata dia, memiliki stok sekitar 100 ribu ton beras. Stok tersebut untuk kebutuhan selama 40 bulan kedepannya.
Apalagi Lombok Timur sebagai daerah surplus beras.
Bahkan, daerah NTT telah menyampaikan minat untuk membeli beras asal NTB.

“Secara nasional, Bulog akan mensuplai beras ke daerah yang mengalami kekurangan stok. Tapi khusus Lotim, tidak akan kekurangan stok. Apalagi NTT sudah meminta pengiriman sekitar 16 ribu ton,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, kebutuhan beras untuk wilayah Lombok Timur berkisar antara 23 ribu ton. Tentunya, kelebihan stok yang ada tidak membuat daerah ini kekurangan beras.

Sebab, setiap puncak musim panen berkisar bulan Maret -Juni, Bulog Cabang Lotim menyerap gabah petani sebanyak 25 ribu ton hingga 35 ribu ton.

“Dengan kondisi itu, kita mengalami surplus beras antara 3000 -4000 ton,” sebut Zohri Hanapi.

Apalagi, Bulog Lotim membeli gabah petani dengan jumlah yang besar. Dengan pembelian itu, diperkirakan setiap tahunnya Lotim tidak akan kekurangan stok. Meskipun kerjasama dengan adanya program bantuan pemerintah termasuk pendistribusian ke luar daerah, Lotim masih bisa bertahan selama 36 bulan.

BACA JUGA  Bupati Lotim Kukuhkan 106 Calon Pol-PP 

“Pembeliam berlimpah pada tahun 2021. Dan stok ini masih bertahan hingga tahun 2022 apabila tidak keluar daerah,” jelasnya.

Stok yang ada kata dia, harus segera dikosongkan untuk dilakukan pembelian kembali. Sehingga gabah petani bisa terserap. Sebaliknya, jika stok gudang masih tersisa, maka tidak ada pembelian lagi karena tidak memiliki space.

Space kemampuan beli di Lotim ini berkisar 25 ribu ton. Dan jika ada kebijakan lain dengan menggandeng pihak swasta bisa mencapai 35 ribu ton. (wr-di)

Artikulli paraprakPemkab Lotim Dapat Bantuan Atasi Masalah Air di Wilayah Selatan
Artikulli tjetërPenyidik Dalami Keterlibatan Pihak Lain Kasus Pupuk Bersubsidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini