LOMBOK TIMUR – Konser Liga Dangdut (LIDA) Indosiar 2021 berakhir tadi malam. Setelah melewati proses panjang, konser Kemenangan LIDA Sulis asal Nusa Tenggara Barat harus puas meraih Juara 2 LIDA 2021 dengan polling 32,97 persen. Hanya terpaut 2, 35 persen dari peraih anugrah dangdut asal Sumatera Barat, Iqbal.

Asisten Manajer Sulis Official Manajament Ishak Baedowi mengatakan, raihan Sulis dalam grand final apalagi sebagai juara kedua merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi rakyat NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur.

Google search engine

“Warga NTB pasti bangga dengan kualitas dan prestasi yang diraih Sulis, karena ini sejarah pertama bagi NTB bisa masuk Grand Final dan mendapatkan juara 2, tentu ini semua atas izin Allah dan dukungan seluruh lapisan masyarakat,” jelas Ishak, Senin (23/08).

Seluruh Tim Sulis Official Management terang Ishak, menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu perjuangan Sulis di Liga Dangdut Indonesia 2021 sejak awal mengikuti kontes LIDA 2021.

Awal perjuangan karir Sulis bersaing di LIDA tidaklah mudah. Bersaing dengan 72 peserta di babak penyisihan TOP 70 menuju menjadi bintang juara 2 butuh perjuangan yang besar.

“Khususnya Pemerintah Provinsi NTB, seluruh OPD Terkait, Pemda Lombok Timur dan Kabupaten/Kota lainnya, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Kampus Universitas Hamzanwadi, Fans Sulisious Se-Indonesia yang di dalam negeri maupun luar negeri, special untuk seluruh masyarakat NTB dan para pihak yang tidak bisa kami sebut satu persatu,” terangnya.

Menurut mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Hamzanwadi ini, apa yang diraih Sulis pada malam Grand Final dipersembahkan kepada semua pendukung dan fans serta pihak yang telah memberikan support.

“Sekarang bisa dikatakan Sulis sudah menjadi artist di Indonesia, punya nama dan terkenal. Hal tersebut bisa berdampak besar bagi daerah dan anak-anak muda NTB khususnya,” akunya.

BACA JUGA  NRW PDAM Lotim Tinggi

Kedepan, Sulis diharapkan bisa ikut berkontribusi memajukan Parwisata NTB dan sektornya lainnya. Bahkan bisa merubah nasib/kondisi orangtunya agar lebih baik, butuh tim manajemen yang dapat membuka lapangan kerja baru, berdampak pada mengurangi angka kemiskinan pada daerah. Selain itu, menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk tetap semangat untuk meraih dan mewujudkan impian besarnya.

“Sulis sudah membuktikan berasal anak tukang ojek bisa menjadi artist top Indonesia dan banyak dampak positif lainnya,” papar Ishak. (wr-di)

Artikulli paraprakIsolasi Terpusat Diarahkan ke BLK Lotim
Artikulli tjetërSekjend PB PII Wakili Indonesia di Sidang Umum Pemuda Islam se-Dunia di Istanbul

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini