LOMBOK TIMUR – Aksi penanaman pohon pisang disepanjang jalan Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur yang dilakukan Asosiasi Sopir Kendaraan Umum (ASKUM) Lombok Timur (Lotim) sebagai bentuk protes, lantaran jalan yang dilalui tak pernah diperbaiki.

Menanam pohon pisang ditengah jalan tepatnya arah jalan menuju ke Balai Latihan Kerja (BLK) Lotim dinilai ASKUM kurangnya perhatian Pemkab Lotim selama ini. Apalagi perbaikan jalan dengan sistem tebal sulam itu kini dibiarkan mangkrak.

Google search engine

Ketua Askum Lombok, Burhanudin membeberkan, menanam pohon pisang ditengah jalan merupakan bentuk protes masyarakat. Kendati jalan itu sedang dilakukan perbaikan dengan tambal sulam tetapi saat ini pengerjaannya mengalami keterlambatan. Bahkan, tidak jarang sering terjadi kecelakaan pada jalan tersebut.

“Kita berharap supaya Pemda Lotim segera memberikan perhatian sesuai tuntutan Askum, karna ini sudah hampir 2 bulan,” ujar Burhanuddin, Selasa (24/8).

Sementara di tempat yang sama, Kepala Seksi (KASI) Pemeliharaan Jalan pada Dinas PUPR Lotim, Bayu Taufik saat dihubungi mengaku bahwa proyek perbaikan jalan di Lenek sudah tahap penggalian dan akan segera dilanjutkan. Namun ada beberapa kendala yang ditemukan sehingga pekerjaan terlambat.

“Kita terkendala dengan aspal karena pekerjaan ini tidak dikerjakan oleh kontraktor namun dikerjakan swaklola langsung oleh dinas (Dinas PUPR Lotim, Red). Jadi kita tidak punya AMP seperti kontraktor” kata Bayu.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pengorderan dari kontraktor atau AMP yang sedang melakukan produksi. Namun yang perlu masyarakat ketahui AMP minimal memproduksi perharinya 160 ton, sementara pihaknya hanya membutuhkan 120 Ton.

“Sehingga tidak mungkin kita order hanya 120 Ton untuk kebutuhan kita saja, sehingga kita harus menunggu jika ada ruas – ruas jalan yang akan di aspal,” ucapnya.

BACA JUGA  Sekda Lotim Tekankan Upaya Perbaikan IPM

Lebih lanjut Bayu menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menghubungi kontraktor yang sedang mengerjakan sirkuit Motor GP Lombok Tengah (Loteng). Namun aspal yang digunakan proyek tersebut berbeda dengan aspal yang biasa digunakan.

“Ya, mudahan segera kita dapatkan aspalnya supaya kita kerjakan dan proyek ini segera diselesaikan,” harapnya. (wr-sid)

Artikulli paraprakPelantikan Kades Terpilih di 29 Desa di Lotim Dijadwalkan 31 Agustus Ini
Artikulli tjetërLotim Berstatus Siaga Bencana Kekeringan, 100 Ribu Jiwa Terdampak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini