LOMBOK TIMUR – Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) direncanakan akan dilaksanakan diawal bulan September 2021 mendatang.

Kepastian jadwal tes SKD CPNS di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Drs. Salmun Rahman, saat dihubungi media ini.

Google search engine

Menurut Salmun, saat ini BKPSDM Lotim tengah menggodok persiapan testing yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita masih mematangkan persiapan tes SKD CPNS yang direncanakan pada tanggal 8 September 2021. Kalau tidak ada perubahan, pelaksanaan tes SKD bertempat di gedung CAT kompleks BKPSDM,” ujar Salmun Rahman.

Disebutkan Salmun, kondisi dimasa pandemi saat ini penerapan protokol kesehatan (prokes) masih menjadi alasan utama untuk melaksanakan tes CPNS. Disamping keterbatasan jumlah komputer yang hanya berjumlah 100 unit.
Dalam pelaksanaan tes CAT, jumlah pelamar akan dibagi layaknya sistem yang pernah dilaksanakan pada tahun lalu.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, mengungkapkan, pelaksanaan SKD ini diawali untuk pelamar CPNS yang kemudian dilanjutkan untuk SKD PPPK non guru. Akan tetapi untuk jadwal resminya belum pasti diberikan oleh BKN.

“Tes SKD awal bulan September. Jadwal resminya kita masih menunggu dari kementerian PAN RB,” ujarnya.

Diketahui dari jumlah pelamar CPNS dan PPPK di Kabupaten Lotim sebanyak 9.995 pelamar. Di antaranya untuk pelamar CPNS sebanyak 4.308 pelamar, PPPK formasi non guru 537 pelamar dan PPPK formasi guru sebanyak 5.250 pelamar.

Dari 4.308 pelamar untuk CPNS ini, sebelumnya pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebanyak 2.779 pelamar. Sementara untuk PPPK formasi non guru dengan jumlah 537 pelamar, yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 377 pelamar. Terdapat 679 pelamar yang melakukan sanggahan, namun 5 pelamar PPPK non guru dinyatakan MS. Sementara untuk pelamar CPNS yang sebelumnya dinyatakan TMS berhasil membuktikan kelengkapan administrasi dan dinyatakan MS sebanyak 45 pelamar.

BACA JUGA  Pemprov NTB Raih BKN Award 2021

Dalam pendaftaran CPNS dan PPPK ini, diatur dalam sistem CASN. Dimana terdapat dua sistem yaitu sistem yang berada di bawah kendali BKN yaitu CPNS dan PPPK non guru. Sementara untuk guru sistemnya diatur oleh Kemendikbud Ristek pusat. Perbedaan sistem ini tentunya berbeda operasional atau cara kerjanya.

“Kalau untuk PPPK formasi guru belum ada informasi lebih lanjut dari Kemendikbud Ristek terkait hasil seleksi administrasi,” terang Yulian. (wr-di)

Artikulli paraprakVaksin Moderna Sasar Warga Lotim
Artikulli tjetërDispar Lotim Kembangkan Konsep Pariwisata Trisila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini