OPINI– Beropini tentang self love gampang-gampang susah saat dihadapkan dengan pertanyaan orang. Apakah kalian sudah berada di level self love atau belum?. Kemungkinan juga gak mengerti dengan kata self Love?. Kedua pertanyaan tersebut bisa jadi karena kalian belum memahami makna self love sehingga kalian belum bisa memastikan diri sudah berada di level itu atau tidak. Nah, tentu kalian pingin tau apa self love itu sendiri , bukan. Kita akan mencoba menjelaskan di bawah ini.

*Self Love Story*

Google search engine

Self love adalah sebenarnya padanan kata dari bahasa Inggris dengan di artikan mencintai diri sendiri atau mengenal diri sendiri. Istilah Self love ini sering digunakan dalam ilmu harian psikologis manusia dan terkadang jadi ulasan untuk memberi motivasi bagi orang-orang yang sepertinya acuh dan kurang perduli dengan pribadinya.

Beberapa orang disana karena terlalu fokus dengan kesempurnaan fisiknya, sampai mereka lupa memahami diri dari segi batiniah atau lahiriahnya. Tubuh yang terlihat sempurna ternyata membutuhkan mental yang memadai juga. Sehingga keterseimbangan Manusia akan terlihat baik dalam menjalankan proses hidupnya.
Saat kalian berada di tempat yang baru atau bertemu dengan orang yang baru dikenal tentu kamu butuh pengakuan dari mereka. Aku fikir itu fikiran yang gak keliru ketika kalian ingin diakui. Posisi itu kalian hadirkan self love tersebut sehingga tidak menjadi alasan untuk menghindar. Yakini diri bahwa kalian membawa manfaat untuk mereka dan mampu berada ditempat yang asing itu.
Tanpa kalian sadari self love sedikit mengikis dan teracuhkan dengan adanya perubahan hidup manusia. Mereka sedikit menipu diri dan mengecoh yang lain dengan suka meniru sikap orang yang dianggap benar. Contoh kecil saat kalian ditempatkan pada profesi menjadi ojol , tentu dengan alasan akan menambah rezeki bagi keluarga.

BACA JUGA  Hingga Hari Ini, 234 Peserta Tes CPNS di Lotim Tanpa Keterangan
@unwanulhubby

Rela menantang panas dan bersembunyi dibalik gelapnya malam untuk mendapatkan pelanggan. Namun, secara tidak langsung rasa keterpaksaan muncul bersamaan dengan tanggungjawab terhadap keluarga. Yah…terpaksa memahami rasa lelah tak dihiraukan, padahal keinginan untuk merawat diri, istirahat atau sekedar berbaring saja tidak ada waktu. Rasa cinta terhadap diri sedikit kalian acuhkan karena kuatnya rasa tanggungjawab. Kata bijak mengatakan “ You can do anything but not everything”, kalian punya batasan melakukan sesuatu meski mampu melakukan segalanya.

Pentingnya self love untuk mengukur dan sebagai pengontrol tindakan kita kepada diri dan orang lain ( Mahasiswa UNISA: 2021). Penerimaan diri juga salah satu cara kalian berada di level self Love tersebut. Menyadari kekurangan dan kemampuan akan bisa di kontrol dengan baik sehingga tidak ada muncul rasa arogant diri. Cobalah menerima keadaan diri dan jujur pada diri sendiri sebagai ukuran kalian ke level self love. Memperbaiki diri juga menjadi hal kedua saat kalian sudah menerima segala kekurangan diri.

There is no wrong way to live your life” tidak ada cara yang benar atau salah untuk menjalani hidup, tapi yang ada adalah cara kalian dan orang yang berbeda (Instagram.com/stacieswift).

*To Do What’s Best For You*

Ungkapan santai tapi sedikit berat dikerjakan bagi kalian yang punya inseciure tinggi. Sering menyalahkan diri dan gak percayaan diri menjadi hal rumit saat kalian tak menyudahi dengan kata “I can do it”. Kalimat ini hal terbaik yang harus ada dalam pribadi kalian agar lebih terpacu menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan. Jika kalian tidak bisa di level terbaik maka jangan pernah berkecil hati, asal kalian sudah melewati proses yang baik.
Menghargai apa yang sudah kalian lakukan menjadi salah satu hadiah besar bagi mental yang sudah mulai lemah karena booring.

BACA JUGA  Ketua SMSI Ajak Sukseskan Vaksinisasi

Selain penghargaan kebaikan dari orang lain tapi jika tidak ada keseimbangan self love untuk diri, aku rasa gak berarti untuk proses terbaik kalian selanjutnya. Dukung terus diri kalian untuk melanjutkan prestasi yang ingin diraih selain support dari keluarga, teman atau sahabat. Sudahi masalah-masalah kecil yang menjadi kerikil tajam masa depan dan mencoba untuk melupakan hal itu agar kalian fokus dengan yang sekarang.
Konsep salah tentang self Love sering kali muncul rasa: percaya diri berlebihan (narsis), tidak mau mendengar saran (egois), semena-mena dan merasa paling baik (Biro Psikologis Dinamis). Perasaan-perasaan seperti itu akan hadir disaat kalian sudah kehilangan self confidance dan saat kalian tidak menemukan versi terbaik diri. Semua orang akan merasa kurang ketika tidak mengakui ketidak sempurnaan diri, tapi harus berfikir sebaliknya tutupi kekurangan dengan kelebihan yang sedikit.

Jika kalian bisa menerima kekurangan diri, tidak egois, membuat batasan dengan orang lain, menghargai pencapaian diri dan selalu memberi dukungan diri maka kalian sudah berada di level self love.
Do yourself gently, as if you were a flower in bloom. The trick, love yourself and create a positive mindset“.
Terimakasih

Refrensi
Biro Psikologis Dinamis
Instagram.com/stacieswift
A” Mahasiswa UNISYA(video call)

By: Unwanul Hubby

Artikulli paraprakOmzet Nelayan dan Pedagang Labuhan Haji Turun Drastis Sejak Kehadiran Buaya
Artikulli tjetërDianggap Kadaluarsa, Perda No. 4/2006 Tentang Tembakau Perlu Direvisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini