LOMBOK TIMUR – Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tertinggi dibanding daerah lain di NTB. Tentunya, tidak ada klaim lagi daerah bermotto Gumi Patuh Karya ini memiliki desa tertinggal.

Bahkan diakui Bupati Lombok Timur, Drs. HM. Sukiman Azmy, MM, Lotim berada diurutan ke 57 dari 434 kabupaten secara nasional yang memiliki persepsi sebagai desa mandiri, maju dan berkembang.

Google search engine

“Tidak ada lagi desa tertinggal di Lombok Timur,” ujar Bupati Lotim Sukiman Azmy usai pelaksanaan upacara peringatan HUT Lotim ke 126 dan pelantikan 29 kepala desa terpilih di halaman kantor Bupati Lotim, Selasa (31/8).

Dia mengatakan, tidak ada lagi desa tertinggal di Lotim menjadi kado terindah di HUT Lotim ke 126 ini. Bahkan, setiap tahunnya terjadi peningkatan status desa di Lotim menjadi desa maju dan mandiri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lombok Timur M. Hairi, SIP, M.Si menjelaskan, ada 3 indeks sebagai indikator Kabupaten Lombok Timur disebut sebagai desa zero tertinggal. Artinya, tidak ada lagi desa di Lotim disebut sebagai desa tertinggal.

Tiga indeks itu diantaranya, ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi atau lingkungan.

“Dari 239 desa di Lotim, sebanyak 19 desa mandiri, 129 desa maju dan 91 berkembang,” sebut Hairi.

Diakui mantan Kepala Inspektorat Lotim itu, sejumlah desa awalnya tidak ingin disebut sebagai desa mandiri. Mereka kuatir, dengan sebutan desa mandiri tidak ada lagi kucuran dana yang akan diberikan kepada desa bersangkutan.

Tapi dengan melakukan pendekatan, kata Hairi, ternyata banyak pula desa yang berstatus sebagai desa mandiri. Padahal, dengan status desa mandiri tentunya dana akan masuk lebih besar lagi.

BACA JUGA  Dinilai Kurang Mendukung, Wabup Lotim Kritik Dua Bank Nasional

“Semakin mandiri suatu desa maka semakin besar pula perhatian pemerintah diatas yang akan memperhatikan desa bersangkutan,” ujarnya.

Hairi juga mengapresiasi desa-desa yang terus mengalami peningkatan statusnya menjadi desa mandiri, maju dan berkembang.
Tahun 2020 lalu, hanya 7 desa yang berstatus desa mandiri. Saat ini, bertambah menjadi 19 desa. Demikian pula status desa maju dari 96 desa menjadi 129 desa. Serta desa berkembang kini tersisa 91 desa.

“Kita harus pertahankan IDM ini bila perlu kita tingkatkan,” harap Hairi. (wr-di)

Artikulli paraprakIKLAN
Artikulli tjetërInstitut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini