LOMBOK TIMUR – Hari jadi Kabupaten Lombok Timur ke-126 dinilai mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Lombok Timur (Formastim) tidak selaras dengan kondisi pembangunan selama ini.

Dalam orasinya, mahasiswa menyerukan agar Pemkab Lotim memperbaiki infrastruktur mulai jalan, penanganan sampah, traffic light yang tidak berfungsi serta maraknya peredaran narkoba. Serta, tingginya pernikahan dini.

Google search engine

Humas Formastim, Arif Rahman saat menyampaikan tuntutannya mengingatkan pemerintah agar lebih memperhatikan infrastruktur terutama jalan. Banyak jalan yang tidak layak dilalui tetapi belum juga ada perbaikan.

“Jalan menuju BLK Lenek misalnya. Masyarakat terpaksa menanam pohon pisang lantaran jalan tidak kunjung diperbaiki,” terang Arif Rahman kepada wartawan, Rabu (1/9).

Foto : Perwakilan Formastim saat diterima Asisten II Setda Lotim. Drs. Haris untuk menyampaikan 5 tuntutannya. (doc)

Selain itu, kata dia, tuntutan selanjutnya pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Minimnya armada pengangkut sampah tak sebanding dengan kapasitas sampah yang tersedia. Sehingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) over kapasitas.

Demikian pula tentang peredaran narkoba yang cukup tinggi. Meskipun aparat kepolisian sudah maksimal dalam menanganinya, tetapi ada daerah-daerah tertentu yang patut diatensi. Misalnya, Aikmel, Pringgasela dan Selong.

Tak kalah pentingnya, kata Arif, keberadaan traffic light di wilayah Rempung. Arus lalu lintas yang cukup padat dilokasi itu selayaknya rambu-rambu lalu lintas diperbaiki.

“Sudah lama lampu merah di simpangan Desa Rempung itu tidak berfungsi. Tidak jarang terjadinya kecelakaan. Tuntutan terakhir, meningkatnya pernikahan dini. Inilah yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” pinta Arif Rahman.

Tuntutan aksi unjuk rasa mahasiswa Formastim diterima oleh Asisten II Setda Lotim. Drs. Haris.

Saat menerima perwakilan mahasiswa, Asisten II yang membidangi Ekonomi dan pembangunan berjanji akan menanggapi tuntutan Minggu depan.

“Tuntutan dan aspirasi mahasiswa ini akan saya laporkan kepada bapak bupati dan sekda untuk ditindak lanjuti,” ujar Haris.

BACA JUGA  Tete Batu Wakili NTB di Ajang Kompetisi Best Tourism Village UNWTO 2021

Aksi demo yang digelar didepan gerbang kantor Bupati Lotim dan diikuti sekitar puluhan mahasiswa itu berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat kepolisian setempat. (wr-di)

Artikulli paraprakPenanganan Covid-19 di Lotim Kian Baik
Artikulli tjetër20 RKB SD di Lotim Alami Rusak Berat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini