LOMBOK TIMUR – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur kian melandai. Penanganan yang semakin baik mengindikasikan status level di Lotim yang sebelumnya berada di level 3 menurun menjadi level 2 bahkan 1.

Dalam rapat koordinasi bersama Forkompimcam yang digelar secara virtual yang dipimpin langsung Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taofik mengingatkan tentang pentingnya penanganan secara terpadu dan terstruktur.

Google search engine

Dalam Rakor tersebut, Selain menangani kondisi Covid 19, Bupati Lotim juga menyampaikan terkait menindaklanjuti arahan Wakil Gubernur dan Kapolda NTB pada Rakor penanganan Covid-19, Senin lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taufik, M. Ap, menyampaikan, kondisi terkini Lotim terkait kasus Covid-19 berada di level 3.
“Kita (Lotim, Red) berpotensi berada pada level 2, bahkan menempati level 1. Hal itu dipengaruhi oleh dua indikator utama, yakni transmisi komunitas dan kapasitas respon,” terang Juaini Taufik dalam rapat tersebut, Selasa (1/9).

Dijelaskannya bahwa dari segi indikator transmisi komunitas Lotim sudah sangat baik. Bahkan Lotim hampir menapaki level 1. Namun sayangnya masih lemah dari segi kapasitas respon.

“Dalam hal ini tracking yang masih berada pada kapasitas sedang. Dan hal itu pula yang membuat Lotim masih berada di level 3,” sebutnya.

Berkaitan dengan intervensi kedepannya, Sekda Lotim menyarankan agar memperbanyak testing sesuai dengan Instruksi Mendagri. Lalu membagi per puskesmas di masing-masing kecamatan. Sedangkan kapasitas SDM Puskesmas juga dinilai sudah mencukupi untuk melakukan hal tersebut.

Menjawab sejumlah kecamatan yang mengeluhkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes usap (swab), Juaini memberi solusi agar pihak Satgas, baik di level kabupaten, kecamatan, hingga desa turut melakukan edukasi khususnya terhadap hasil tracking.

BACA JUGA  Aksi Tiga Pelajar Pencuri Kotak Amal Masjid Terekam CCTV

“Dengan adanya edukasi itu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” harapnya.

Orang nomor tiga di Lotim itu mengingatkan pentingnya keberadaan data terkait vaksin, seperti proporsi dan distribusi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) atau Pemerintah Pusat (Pempus).

Tak hanya itu, ia jug mengingatkan agar tetap melakukan monitoring, serta mengecek laporan sekaligus melakukan pembinaan terhadap aktivitas 8 persen porsi dana desa untuk penanganan covid-19 di masing-masing kecamatan.

Terakhir, Juaini berharap agar seluruh komponen berperan aktif dalam penanggulangan covid-19.
Para Camat dan jajaran Forkopimcam diharapkan dapat meneruskan informasi yang diperoleh melalui kegiatan ini kepada desa untuk ditindaklanjuti. (wr-sid)

Artikulli paraprakSDN 2 Selebung Ketangga Rusak, Hanya 4 Ruang Kelas Layak Pakai
Artikulli tjetërAksi Demo Mahasiswa Lotim Tuntut Perbaikan Infrastruktur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini