Beranda BERITA SDN 2 Selebung Ketangga Rusak, Hanya 4 Ruang Kelas Layak Pakai

SDN 2 Selebung Ketangga Rusak, Hanya 4 Ruang Kelas Layak Pakai

413
0
Foto : Kondisi bangunan SDN 2 Selebung Ketangga memprihatinkan. (doc)

LOMBOK TIMUR – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Selebung Ketangga, Kecematan Keruak, Lombok Timur saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Dari 12 ruang kelas, hanya 4 ruang kelas layak dipakai untuk belajar.

“Ya, kondisinya sangat memprihatinkan, dari 12 ruang belajar, hanya tersisa 8 kelas. Tetapi hanya 4 ruang belajar yang masih dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” terang Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Selebung Ketangga. H. Lalu Kerta Wirya, Rabu, (1/9).

Karena kekurangan ruang kelas untuk belajar, musholla sekolah dimanfaatkan untuk tempat siswa belajar.

“Di musholla ini juga kami dibagi menjadi dua kelas,” katanya.

Tidak hanya musholla yang dijadikan ruang kelas, namun rumah guru yang rusak dan perpustakaan juga gunakan sebagai ruang kelas.

“Termasuk juga teras kami gunakan sebagai ruang kelas,” sebutnya.

Adapun 4 ruang kelas yang mengalami rusak parah tersebut sudah diusulkan untuk dilakukan renovasi. Dengan begitu,
Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Lotim) untuk segera memperbaiki ruang kelas tersebut.

“Kadis Dikbud Lotim (Dewanto Hady, Red) juga pernah datang kesini untuk mengecek kondisi sekolah ini, dia (Dewanto Hadi, Red) juga menggelengkan kepala. Mudah-mudahan di tahun 2022 ini, Pemda Lotim ada respon positif dan semoga sekolah ini cepat diperbaiki,” harapnya.

Ia juga berharap kepada Pemda Lotim agar dibangunkan Ruang Kelas Baru (RKB). Karena sambungnya, meskipun 4 ruang kelas yang rusak parah tersebut diperbaiki, pihak sekolah masih kekurangan sedikitnya 4 ruang kelas lagi.

“Semoga apa yang menjadi harapan kami bisa dipenuhi oleh pemerintah. Karena sekolah ini juga termasuk sekolah yang berlokasi di jantung kota, yang berlokasi dipinggir jalan besar,” harapnya lagi.

Disebutkannya, akibat rusaknya ruang kelas yang cukup parah juga berdampak pada jumlah siswa yang diterimanya.

BACA JUGA  Pakar dan Praktisi Hukum Dukung Jaksa Agung Terapkan Keadilan Restoratif dalam Kasus Penyalahgunaan Narkotika

“Terkadang ini sebagai kendalanya para wali murid enggan mendaftarkan anaknya sekolah disini,” demikian kata Lalu Kerta Wirya. (wr-sid)

Artikel sebelumyaPajak Minim, Bupati Lotim Akan Tertibkan Gudang Perusahaan Tembakau Berskala Kecil
Artikel berikutnyaPenanganan Covid-19 di Lotim Kian Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here