LOMBOK TIMUR – Diperkirakan 20 unit Ruang Kelas Belajar (RKB) Sekolah Dasar (SD) di Lombok Timur (Lotim) saat ini masuk dalam kategori rusak berat. Dan seluruh sekolah yang mengalami rusak berat tersebut tidak terserap pada anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 maupun 2022.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Hadi Jayari menyebutkan, dari 20 jumlah sekolah yang mengalami rusak berat 19 unit merupakan ruang kelas dan 1 unit rumah guru.

Google search engine

Dinas Dikbud Lotim kata dia, pernah mengusulkan ke Kementerian Diknas untuk mendapatkan anggaran dan segera dilakukan penanganan rehab. Namun nama sekolah yang diusulkan tersebut tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Adapun salah satu penyebabnya kata dia, anggaran untuk rehab berat yang kerusakannya di atas 65 persen hingga mencapai 100 persen tersebut tidak dialokasikan melalui DAK.

“Kerusakan yang bisa dialokasikan melaui DAK itu yang mengalami kerusakan maksimal 65 persen,” kata Hadi Jayari kepada wartawan. Kamis (2/9).

Sedangkan untuk SDN 2 Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak tersebut sambung Hadi, termasuk dalam kategori rusak berat. Kendati demikian, pihaknya akan tetap mengusulkannya.

Apabila tidak bisa diakomodir melalui DAK, pihaknya akan mengusulkannya di tahun 2022 ini melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lotim.

“Nanti kami akan bersurat ke pak Bupati Lotim, berkaitan dengan 20 sekolah ini,” pungkasnya.

Bagi sekolah yang mengalami rusak berat tersebut nantinya akan dibangunkan yang baru. Sedangkan untuk membangun yang baru, persyaratannya berbeda dengan yang rehab. (wr-sid)

BACA JUGA  PTM Sekolah di Lotim Mulai Normal
Artikulli paraprakAksi Demo Mahasiswa Lotim Tuntut Perbaikan Infrastruktur
Artikulli tjetërDua Hari Beruntun, Aktivis dan Mahasiswa Gelar Demo di Kantor Bupati Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini