LOMBOK TIMUR – Dalam dua hari berturut-turut, sejumlah aktivis dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Lombok Timur.

Tidak jauh berbeda dari aksi sebelumnya, aktivis danahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Gerakan Keadilan Masyarakat Lombok Timur menuntut sejumlah perubahan. Mulai dari ketimpangan sosial, peredaran narkoba serta sejumlah birokrasi yang dinilai belum maksimal. Termasuk, pekerja migran yang tidak memperoleh keadilan di luar negeri.

Google search engine
Foto : Aksi unjuk rasa sejumlah aktivis yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Keadilan Masyarakat Lotim digelar di depan kantor Bupati Lotim, Kamis (1/9). (doc)

Salah satu orator aksi, Usman yang juga Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur menegaskan, banyak tenaga kerja yang bekerja diluar negeri belum memperoleh perhatian serius dari pemerintah.

“Ada tenaga kerja asal Lombok Timur yang menjadi buruh migran di luar negeri belum bisa pulang ke daerah asalnya. Bahkan pemerintah menutup mata untuk memulangkan mereka,” ujar Usman dalam orasinya.

Karenanya, pemerintah harus peka agar mereka yang bermasalah di luar negeri agar dipulangkan ke daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Selain itu secara bergantian beberapa aktivis juga menyerukan adanya sejumlah pejabat di birokrasi yang harus diganti. Mereka menilai, pejabat tersebut tidak berpihak kepada masyarakat.

Usai menggelar orasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM. Juaini Taofik menemui para pendemo.
Dikawal aparat keamanan, Sekda Lotim Juaini Taofik berjanji akan meneruskan aspirasi para aktivis dan mahasiswa.

“Selaku Sekda Lotim, saya secara directif akan menyampaikan aspirasi rekan-rekan untuk kemudian mengmabil keputusan,” ujar Sekda Lotim Juaini Taofik dihadapan para pengunjuk rasa, Kamis (2/9).

Petugas keamanan terpaksa menutup jalan utama didepan kantor Bupati Lombok Timur. Aksi yang digelar berlangsung tertib. (wr-di)

BACA JUGA  SMSI Menata Masa Depan, Memperkenalkan Generasi Milenial pada Metaverse
Artikulli paraprak20 RKB SD di Lotim Alami Rusak Berat
Artikulli tjetërRehabilitasi Bendungan Sape, Selamatkan 2.650 Ha Sawah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini