LOMBOK TIMUR – Lombok Timur (Lotim) menjadi Kabupaten/Kota terbaik dalam realisasi anggaran Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Itu didapatkan setelah Asisten I Setda Provinsi NTB disaksikan Kementerian Keuangan RI memberikan penilaian terbaik dalam vidcon belum lama ini.

Google search engine

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur, H. Hasni, M.Ap menguraikan, serapan anggaran Covid 19 dan pemulihan ekonomi serta bantuan sosial sudah mencapai 60 persen dari nilai total anggaran Rp. 219 miliar.
Itu artinya, hingga triwulan ketiga, Pemkab Lotim sudah merealisasikan anggaran sekitar Rp. 120 miliar lebih.

Sekda Lotim Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap. (doc)

“Untuk akhir triwulan ke 3 pada bulan September dan triwulan keempat, serapan realisasi anggaran lebih maksimal. Baik untuk pemulihan ekonomi maupun bantuan sosial” jelas H.Hasnj kepada wartawan, Senin (6/9).

Masih kata dia, 8 persen transfer umum untuk anggaran penanganan dana Covid terbesar di NTB. Tapi dari transfer umum itu atau sekitar Rp. 85 miliar diperuntukkan pemulihan ekonomi dan bantuan untuk pemulihan ekonomi dan bantuan sosial dari dana desa.

Realisasi anggaran untuk Covid 19 dan bantuan sosial sudah mencapai 80 persen atau sekitar Rp. 80 miliar lebih dari nilai total Rp. 109 miliar.

“Alhamdulillah, kami senang sebagai daerah terbaik dalam serapan realisasi anggaran covid-19,” ungkap Hasni.

Diwaktu berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taofik, M. Ap juga mengakui serapan anggaran Covid 19 sudah mencapai 60.08 persen.

Berdasarkan cut off Kas Daerah sambungnya, point tertinggi yang didapati Lotim tersebut sebenarnya ada apa point intensif tenaga kesehatan (nakes) yang mencapai 85,91 persen.

“Insentif nakes ini bukannya terbayar semua, tapi sudah terbayar 85,91 persen dari anggaran yang ada. Tapi kita yang tertinggi di NTB,” katanya.

BACA JUGA  54 Aset Daerah Milik Pemkab Lotim Bermasalah

Indikator keberhasilan tersebut semuanya berdasarkan lewat serapan anggaran, ada anggaran yang disediakan di APBD 2021 dan seberapa kecepatan anggaran tersebut di realisasikan.

Adapun sinergitas yang terbangun kata dia, di Lotim semua pihak bekerja keras di tahun 2020 lalu, akhirnya di tahun 2021 ini dirasakan dampak dari kerja keras di tahun lalu.

Adapun terkait dengan status level Lotim yang menurun, Juaini Taofik menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan penilaian dari dua sisi, yakni transmisi lokal dan respon kapasitas.

“Kalau dari transmisi lokal, kita sekarang per 100 ribu penduduk dan berada di level satu. Hanya saja, kita kurang direspon kapasitas yang dinilai masih lemah pada testing. Sementara ditesting itu kita terbatas, di tracking sedang, namun di treatment itu memadai,” sebutnya.

Dijelaskannya, dengan cara menggratiskan para peserta CPNS dan P3K pada swab antigen tersebut, merupukan salah satu cara untuk mengantisipasi kelemahan dibagian testing.

“Idealnya dalam sehari itu, 1.521 orang yang melakukan swab antigen,” tutupnya. (wr-di/Sid)

Artikulli paraprakKapolres Lotim Antusias, Janji Gelar Kejuaraan Badminton Cup Lanjutan
Artikulli tjetërJumlah Pasien Covid-19 di RSUD Selong Terus Menurun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini