LOMBOK TIMUR – Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur – Lombok Timur layak untuk dijadikan pusat Industri Kecil Menengah (IKM). Menjadi perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) bahkan Indonesia dalam ajang Best Tourism Village yang diselenggarakan United Nation Word Tourism Organisation (UNWTO), Dinas Perindustrian Lombok Timur (Lotim) akan mengembangkan potensi para Industri Kecil dan Menengah (IKM) bidang kuliner yang ada di Desa Tete Batu.

Setelah dilakukan cek lapangan, Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim, L. Alwan Wijaya, SPd menyebutkan, masih banyak kuliner yang dijual tidak sesuai standar oleh masyarakat, terutama dalam pengemasan barang.

Google search engine

“Ternyata setelah kita lihat masih banyak kurang, terutama dalam pengemasannya. Kemasan sudah tidak menarik, tidak ada nama lagi. Dia (pelaku industri, Red) butuh kemasan yang lebih bagus lagi,” terang Alwan, Selasa, (7/9).

Nantinya kata dia, pihaknya akan melatih masyarakat setempat untuk mengolah bahan baku lokal yang ada disana (Desa Tete Batu, Red).

“Kalau mereka mengikuti pelatihan ini, artinya mereka siap menerima tamu dari luar, soalnya nanti banyak tamu yang akan datang kesitu. Kalau semua makanan yang dijual itu berasal dari luar, mereka tidak akan dapat untung yang besar,” katanya.

Tidak hanya bermasalah dalam kemasan, namun standar kesehatan dari jajan yang dibuat dan diperdagangkan tersebut juga masih diragukan.

Adapun untuk jumlah IKM yang akan dikembang di Desa Tete Batu belum diketahui secara pasti, terlebih lagi saat ini anggaran yang ada di Dinas Perindustrian tipis. Namun pihaknya saat ini tengah berkoordinasi Pokdarwir setempat dan mendata para IKM tersebut.

“Nanti kita akan koordinasikan dengan Kades setempat, bagaimana kedepannya,” katanya.

Menjadi wisata dunia, masyarakat Tete Batu diminta untuk lebih aktif, terutama dalam mengembangkan produknya. Sehingga para wisatan yang berkunjung tidak melihat produk yang disediakan asal-asalan.

BACA JUGA  100 Ribu Vaksin Dalam Tiga Hari, Bupati Lotim Berencana Gunakan Pola Yang Sama

“Semoga masyarakat sekitar yang ada di wisata Tete Batu lebih aktif mengembangkan produknya. Sehingga bisa memasarkan produknya dengan standar, tentu dengan standar industri,” urainya. (wr-sid)

Artikulli paraprakAksi Kejar-kejaran Polisi Dengan Pelaku Curanmor Dijalan Raya Selong
Artikulli tjetërPerlunya Edukasi Anti Korupsi Kepada Masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini