LOMBOK TIMUR – Untuk menjaga eksistensi industri rumahan agar tidak mati suri, Dinas Perindustrian Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah mengupayakan beberapa terobosan dalam memajukan UMKM. Salah satunya memberikan pelatihan terutama kepada Ibu Rumah Tangga (IRT) yang sedang bergelut di dunia Home Industri (industri rumahan).

Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim, Lalu Alwan Wijaya, SPd mengatakan, home industri menjadi salah satu upaya untuk menopang ekonomi keluarga untuk pemenuhan kebutuhan sehari – hari agar tercukupi, terutama dimasa pandemi seperti saat ini.

Google search engine
Foto : Sekdis Perindustrian Lotim, L. Alwan Wijaya, SPd, M.Pd. (doc)

“Sebanyak 80 orang sudah diberikan pelatihan sebelum puasa lalu sebagai angkatan ke-empat dengan kegiatan riil langsung,” jelas Alwan Wijaya kepada wartawan.

Tidak hanya memberikan pelatihan, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa peralatan untuk mendukung pekerjaan para pelaku UMKM.

“Kalau hanya dilatih tanpa di barengi dengan peralatan yang tidak memadai akan sulit memajukan para UMKM ini. Nanti setelah pelatihan ini juga akan ada pembinaan lanjutan agar UMKM ini bisa bekembang seperti harapan kita,” harap Alwan.

Dikatakannya, peralatan yang diberikan untuk para pelaku UMKM ini ditujukan kepada kelompok dan bukan untuk pribadi. Pihaknya berharap usaha tersebut harus dikerjakan bersama – sama dengan semua anggota.

“Nanti kita akan coba survei kembali ada atau tidaknya, namun jika memang ada alat yang rusak itu merupakan hal yang biasa karna setiap hari dipakai,” katanya

Dia menyebutkan, sebanyak 21 ribu industri rumahan telah terdata di Lombok Timur. Meski demikian, Alwan tidak menampik jika data tersebut belum valid, karena belum di konfirmasi ke beberapa dinas terkait lainnya.

Menurutnya, hal tersebut harus ada singkronisasi sehingga akan menjadi data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA  Korban Kapal Karam Asal Lotim Kembali Dipulangkan

“Nanti kita coba konfirmasi ke beberapa OPD seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mensinkronkan data yang dimilikinya. Bagaimana pun harus satu data, agar tidak terjadi tumpang tindih,” tandasnya. (wr-sid)

Artikulli paraprakSiswi SMA Muhammadiyah Selong Juara II Olimpiade Ekonomi Akuntansi se – NTB
Artikulli tjetërHari Pertama Tes SKD CPNS Lotim Diikuti 170 Peserta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini