LOMBOK TIMUR – Progres pembangunan jembatan penghubung antar Gili Ree ke Gili Belek di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) sudah mencapai 75 persen.

Kini, hanya tersisa 60 meter saja jembatan yang dibangun pada 10 Juni lalu akan selesai.

Google search engine

“Walau terhitung masih lama, akan tetapi persentase pengerjaan sudah mencapai 75 persen,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim. Purnama Hadi kepada wartawan, Kamis, (9/9).

Hal yang paling utama dalam pembangunan jembatan penghubung tersebut kata dia, untuk memudahkan para pelajar yang akan pergi menuntut ilmu. Termasuk akses jalan bagi masyarakat kedua gili.

“Anak-anak kita yang ada di Gili Ree yang mau sekolah ke Gili Belek tidak lagi bertaruh nyawa. Atas dasar itulah sebagai pertimbangan kebijakan pimpinan dibangunlah jembatan ini,” katanya.

Anggaran untuk pembangunan jembatan penghubung antar dua gili dengan panjang 241 meter tersebut sebesar Rp. 2,7 milar.

“Dari panjang 241 meter itu, tinggal menyisakan pengerjaaan sekitar 60 meter saja,” katanya.

Panjang tiang pancang yang digunakan sepanjang 6 meter. Dari 6 meter tiang pancang tersebut kata dia, 2 meter akan ditanam dan menyisakan 4 meter. Sehingga dibawah jembatan tersebut juga nantinya bisa dilalui oleh sampan.

“Dari segi teknis, pembangunan jembatan penghubung itu sudah dipirkan dengan matang oleh tim tekhnisi,” sebutnya.

Selain itu, jembatan penghubung tersebut juga nantinya bisa menjadi destinasi wisata. Hanya perlu sedikit dipermak dengan lampu hias di sekeliling jembatan.

“Hanya dipermak sedikit, jadilah destinasi wisata. Jembatan penghubung antar gili ini juga pertama di NTB,” tandas Purnama. (wr-sid)

BACA JUGA  Pinjaman Pemkab Lotim ke PT. SMI Disetujui
Artikulli paraprakSemarak Hari Pahlawan 10 November 2021
Artikulli tjetërUNWTO Dijadwalkan Berkunjung ke Desa Tete Batu Bulan Oktober

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini