LOMBOK TIMUR – Tim Puma Polres Lombok Timur bersama Polsek Jerowaru menangkap dua pelaku Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Sabtu (11/9) sekitar pukul 22.30 wita. Namun satu dari dua pelaku yang berhasil dibekuk terpaksa ditembak dibagian betisnya lantaran melarikan diri.

Pelaku GTS (22) warga Dusun Kecarum, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru – Lombok Timur itu ditembak pada kakinya karena sempat kabur saat hendak ditangkap. Sedangkan rekan pelaku lainnya, MA yang masih dibawah umur juga ikut ditangkap. MA (15) bersama GTS dan satu rekannya yang kini masih jadi buronan polisi terlibat pencurian dan perampasan dua buah handphone (HP) milik korban di Dusun Selayar, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur.

Google search engine

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu. Muhammad Fajri, S.Tr.K mengungkapkan, ketiga pelaku melakukan aksinya pada malam hari.

Dituturkan M. Fajri, korban bersama dua orang rekannya sedang bermain HP diteras rumah di pinggir jalan raya. Beberapa saat kemudian pelaku yang berjumlah 3 orang menghampiri korban menggunakan sepeda motor dan langsung merebut HP korban.

Korban pun kemudian diancam menggunakan senjata tajam karena tidak bersedia memberikan HP miliknya.

“GTS langsung mengeluarkan pisau mengancam untuk melukai korban, karena ketakutan akhirnya korban pasrah menyerahkan dua buah Hp tersebut,” ungkap M. Fajri mengutip keterangan korban saat melaporkan ke polisi.

Masih kata Fajri, satu dari dua pelaku yang ditangkap terpaksa diambil tindakan secara terukur dengan cara ditembak, setelah sempat melarikan saat hendak ditangkap di Desa Pemongkong, Jerowaru.

“Satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah kami kantongi sedang kami kejar,” ucapnya.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan sebilah parang yang dipakai pelaku dalam menjalankan aksinya.
Sementara, satu unit HP merk Samsung dan Vivo hasil aksi pelaku juga turut diamankan sebagai barang bukti. (wr-di)

BACA JUGA  Besok, Bupati Lotim Terima Anugerah KIP Tingkat Nasional
Artikulli paraprakPemda Lotim Dorong Produk Lokal Masuk Ritel Modern
Artikulli tjetërWebiner Ngopi Tambora 3: Kompak Dukung Digitalisasi Data Wisata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini