LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. HM Sukiman Azmy menyampaikan rancangan nota perubahan Anggaran Perubahan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 pada rapat paripurna I masa sidang I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim.

Rancangan perubahan APBD Lotim tahun anggaran 2021 disusun dengan struktur pendapatan daerah sebesar Rp. 2,829 triliun lebih atau mengalami peningkatan sebesar Rp. 6,961 miliar dari sebelumnya sebesar Rp.2,822 triliun lebih. Jumlah tersebut naik 0,25 persen.

Google search engine

Sementara itu, belanja daerah mengalami pengurangan sebesar Rp. 32,181 miliar (1,03%) menjadi Rp. 3,89 triliun lebih dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp.3, 121 triliun lebih.

Pada rapat yang berlangsung Senin, (13/9) pagi tadi, Sukiman juga menjelaskan secara rinci struktur rancangan perubahan APBD tahun 2021, seperti peningkatan PAD yang sumber terbesarnya berasal dari pendapatan lain-lain yang sah sebagai dampak optimalnya pelayanan di bidang kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong, Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Timur dan Puskesmas. PAD direncanakan sebesar Rp. 438,158 miliar lebih, meningkat sebesar Rp. 28,331 miliar lebih atau 6,91 persen dari sebelumnya sebesar Rp. 409,827 miliar lebih.

Dari sisi yang sama kata dia, peningkatan juga terjadi pada lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pendapatan tersebut direncanakan sebesar Rp. 190,533 miliar lebih, meningkat Rp. 1,279 miliar lebih. Angka itu naik dari sebelumnya sebesar Rp. 189,254 miliar lebih atau 0,68 persen.

“Peningkatan itu bersumber dari dana hibah IDMIP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia serta peningkatan dana belanja operasional sekolah (BOS),” katanya.

Sementara itu, penurunan terjadi pada pendapatan transfer. Direncanakan sebesar Rp. 2,201 triliun lebih, atau mengalami pengurangan sebesar Rp. 22,649 miliar lebih dari sebelumnya sebesar Rp. 2,223 triliun lebih.

BACA JUGA  TBS Didaulat Jadi Kampung Inggris untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dijelaskan pengurangan tersebut disebabkan turunnya Dana Alokasi Umum (DAU). Namun demikian pendapatan transfer antar daerah berupa bagi hasil pajak Provinsi NTB mengalami penambahan sebesar Rp. 12,913 miliar lebih.

Di hadapan unsur pimpinan dan anggota DPRD Lotim, Sukiman menyebut belanja daerah dari sisi belanja operasi dianggarkan sebesar Rp. 1,927 triliun lebih, berkurang Rp.38,697 miliar lebih atau 1,97 persen dari sebelumnya Rp. 1,965 triliun lebih.

Sedangkan belanja modal mengalami perubahan dan berkurang Rp. 13,632 miliar lebih atau turun 1,98 persen menjadi Rp. 674,773 miliar lebih.

“Pemda juga menganggarkan dana tak terduga sebesar Rp.22 miliar termasuk untuk pembayaran insentif nakes dan vaksinator terkait penangganan Covid-19,” ucapnya.

Bupati Lotim juga menjelaskan adanya penurunan Penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp. 268,683 miliar lebih atau berkurang Rp. 39,279 miliar lebih atau 12,75 persen dari estimasi penerimaan sebelum perubahan sebesar Rp. 307,963 miliar lebih.
Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp. 8,863 miliar, berkurang sebesar Rp. 137 juta rupiah dari estimasi pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp. 9 miliar.

Rancangan perubahan APBD juga merupakan komitmen Pemda Lotim mempercepat pemulihan ekonomi serta pembenahan sejumlah aspek strategis terkait penanggulang covid-19 dan dampaknya.

“Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) dan Provinsi NTB,” pungkas Sukiman. (wr-sid)

Artikulli paraprakBupati Lotim Minta Bulog Usut Beras Non Premium yang Diterima KPM
Artikulli tjetërPembangunan KIHT Eks Pasar Paok Motong Lotim Diundur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini