LOMBOK TIMUR – Keberangkatan Kontingen NTB asal Lombok Timur (Lotim) ke Papua untuk mengikuti event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX menjadi kewenangan Pemprov NTB.

Meski banyak pihak yang mempersoalkan minimnya anggaran untuk atlet asal Lotim yang akan berlaga di PON Papua, bagi Bupati Lombok Timur, bukanlah yang menjadi prioritas.

Google search engine

Bahkan orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu mengaku atlet yang diberangkatkan itu masih beruntung ada anggarannya, karena uang saku para atlet ini bukan menjadi sebuah prioritas. Justru yang menjadi prioritas saat ini, bagaimana mengangkat perekonomian masyarakat, membangun infrastruktur ditengah pandemi ini.

“Kalau atlet ini dikirim dan tidak dikirim tidak ada masalah bagi kita. Karena itu menjadi kewenangan dan utusan Pemprov NTB, bukan Pemkab Lotim,” terang Sukiman pada wartawan, Senin, (13/9).

Dikatakannya, atlet asal Lotim yang dikirim untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi tanggung jawab Pemprov NTB. Sedangkan Pemkab Lotim hanya memberikan fasilitas untuk para atlet itu.

“Sekarang tanggung jawab itu diambil alih oleh provinsi. Dan provinsi yang membiayai para atlet,” tandas Sukiman.

Penegasan Bupati Lotim H. Sukiman Azmy menjawab tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan minimnya uang saku atlet asal Lotim yang mewakili Kontingen NTB ke PON XX Papua. Para atlet mendapatkan uang saku sebesar Rp. 2.5 juta. Sedangkan uang Pelatda sebesar Rp. 1.2 juta per atlet. (wr-sid)

BACA JUGA  Sukiman Azmy : Kades Jangan Otoriter
Artikulli paraprakPangdam IX/Udayana : NTB Terbaik Penanganan Covid-19
Artikulli tjetërIKM di Lotim Meningkat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini