LOMBOK TIMUR – Teriakan minta tolong saksi Nuraini (40) warga Keselet Dusun Samang, Desa Jenggik Kecamatan Terara, Lombok Timur mengundang sejumlah pemancing yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi Embung Jenggik, Selasa siang (14/9) sekitar pukul 12.30 wita.

Dua bocah perempuan masing-masing, Baiq DAP (9) siswa kelas 3 SD dan Baiq SO (9) ditemukan tenggelam di Embung Jenggik atau warga menyebutnya Embung Jago dengan kedalaman 2 meter.
Ketiga saksi Samsul Hadi (35), Kus (30) Baiq Sriadi (67) – yang juga nenek korban seketika itu melakukan pertolongan.

Google search engine

Sayangnya, Baiq DAP yang bertempat tinggal di Dusun Samang, Desa Jenggik, Terara ditemukan sudah tidak bernyawa dilokasi embung.
Sedangkan, Baiq SO, rekan korban terpaksa dirujuk ke RSU Mataram saat itu juga. Saat ditemukan, Baiq SO dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono, SIK, MH, melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu. Lalu Jaharuddin membenarkan peristiwa dua bocah perempuan tenggelam di lokasi Embung Jenggik.

Sesuai kronologisnya yang didapatkan, sekitar jam 12.30 wita saksi Samsul Hadi sedang memancing ikan bersama Kus di sebelah timur pinggir bendungan Jenggik. Tiba-tiba saksi mendengar Nuraini berteriak minta tolong.

“Ada anak-anak yang tenggelam di bendungan Jenggik,” tutur Nuraini sambil menunjuk bendungan arah barat.

Saksi yang melihat kejadian itu seketika melakukan pertolongan. Tetapi, satu nyawa tidak bisa terselamatkan. Sedangkan rekan korban berhasil dievakuasi. Dan seketika itu langsung mendapatkan perawatan Puskesmas setempat.
Tetapi, korban Baiq SO, harus dirujuk ke RSUD Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

“Saksi masih melihat ada gelembung udara didalam air dan segera melakukan pertolongan sehingga korban masih bisa diselamatkan namun masih dalam kondisi kritis. Sedangkan, Baiq DAP dinyatakan meninggal dunia saat itu juga,” ujar L.Jaharuddin.

BACA JUGA  Lotim Usulkan 150 Desa Ikuti Anugrah Desa Wisata 2022

Dalam kesehariannya, korban selama ini tinggal bersama dengan ibu kandung dan neneknya di dusun Samang Desa Jenggik. Pada saat kejadian kedua orang tua korban tidak sedang berada di tempat ( desa Jenggik ). Orang tua korban sudah lama .bercerai.

Lalu Munayadi (32) kini bekerja di Bali. Sedangkan ibu korban Hasriwati (34) saat kejadian sedang berada di Lombok Tengah (Loteng ). (wr-di)

Artikulli paraprakLotim, Kabupaten Pertama Pelaksanaan Vaksinasi Bumil di NTB
Artikulli tjetërRefocusing Anggaran, BNPT Pangkas Kegiatan FKPT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini