LOMBOK TIMUR – Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang akan dibangun di eks pasar Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim) pada bulan September -Oktober tahun ini terpaksa diundur. Dan rencananya akan dibangun tahun 2022 mendatang.

Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim, L. Alwan Wijaya menyatakan, kemunduran jadwal pembangunan KIHT dari jadwal sebelumnya disebabkan karena ada beberapa hal yang belum terselesaikan.

Google search engine

“Informasi yang kami dapatkan dari provinsi, tahun ini hanya sebatas perencanaan saja, nanti tahun 2022 akan mulai dibangun,” terang Alwan kepada wartawan, Selasa, (14/09).

Pada perencanaan awal, pembangunan KIHT di eks pasar Paok Motong itu sudah disiapkan anggaran sebesar Rp. 15 miliar. Namun dengan dana sebesar itu dinilai tidak cukup untuk membangun kawasan yang lengkap dengan mesinnya.

Setelah dilakukan pertemuan kata dia, pembangunan KIHT yang lengkap dengan mesinnya membutuhkan anggaran sebesar Rp. 31 miliar.

“Ternyata anggaran yang dibutuhkan sebesar 31 miliar yang lengkap dengan mesin, semuanya sudah bisa ter-cover. IKM kita tinggal memproduksi rokok saja,” katanya.

Alwan menegaskan bahwa pembangunan KIHT itu tidak batal, hanya saja diundur ke tahun 2022 mendatang. Mengingat, anggaran untuk pembangunan KIHT juga berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Adapun untuk pengelola KIHT atau yang akan bekerjasama dengan pemerintah belum bisa disebutkan secara pasti, karena sampai saat ini masih dalam peroses perencanaan.

“Yang akan mengelola itu masih dalam proses. MoU dengan siapa juga harus jelas nantinya,” pungkasnya. (wr-sid)

BACA JUGA  Kunjungi NTB, Presiden Akan Resmikan Sirkuit Mandalika
Artikulli paraprakBupati Lotim Sampaikan Rancangan Nota Perubahan APBD 2021
Artikulli tjetërAplikasi P-Care Vaksinasi Bantu Percepatan Vaksin di Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini