LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur kini harus memeras otak untuk menutupi defisit anggaran pasca ditolaknya pinjaman kepada Bank NTB Syariah oleh Pemerintah Pusat (Pempus).

Sejatinya, pinjaman kepada pihak perbankan sebesar Rp. 90 miliar itu untuk menutupi defisit anggaran.

Google search engine

“Pihak Bank NTB Syariah sudah setuju, bahkan sudah kerjasama dengan bank-bank lainnya. Namun pinjaman itu tidak disetujui oleh Pempus. Dengan batalnya pinjaman itu membuat kami kembali “memeras handuk,”. Kalau kemarin perasan itu setengah-tengah, supaya Anggaran Pendapatan Daerah (APD) itu bisa dikelola Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dengan baik,” ungkap Bupati Lombok Timur (Lotim) Sukiman Azmy di gedung DPRD Lotim, usai sidang paripurna, Rabu, (15/9).

Dengan tidak direstui melakukan pinjaman itu kembali membuat Pemkab Lotim putar otak untuk menutupi defisit anggaran. Kata dia, tidak ada lagi alternatif selain mengurangi kegiatan di semua OPD agar bisa memenuhi pembayaran pekerjaan yang sudah dilakukan.

Ia juga mengatakan, untuk tahun 2020/2021 ini pihaknya tidak akan lagi bisa memfasilitasi OPD. Bahkan sebutnya, untuk melaksanakan pendidikan dan keterampilan saja mungkin tidak bisa terpenuhi lagi anggarannya. Terlebih lagi untuk membeli sarana dan prasarana yang baru.

“Kita berharap nanti ditahun 2022, situasinya kembali normal dan kita akan adakan semuanya dan menjadi prioritas,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lotim, Murnan mengatakan, pihaknya akan mempelajari kembali terjadinya perubahan anggaran seperti yang disampaikan oleh Bupati dalam sidang Paripurna. Terutama berkaitan dengan pengajuan pinjaman sebesar Rp. 90 miliar ke Bank NTB Syariah yang batal terealisasi.

Termasuk juga yang berkaitan dengan penyertaan modal ke Bank NTB Syariah Rp. 9 miliar dalam bentuk aset tanah.

“Semuanya akan kaji dan pelajari lebih lanjut. Perlu kita tahu mekanismenya seperti apa setelah itu baru kita setujui,” kata Murnan. (wr-sid)

BACA JUGA  Pemda Lotim Beri Bantuan Modal Rp. 50 Juta KSPP Syariah Adhiyaksa
Artikulli paraprakRefocusing Anggaran, BNPT Pangkas Kegiatan FKPT
Artikulli tjetër227.860 Warga Lotim Sudah Dapatkan Layanan Vaksinasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini