Beranda BERITA Terkungkung Kemiskinan, Eks TKI Tinggal di Gubuk Puluhan Tahun

Terkungkung Kemiskinan, Eks TKI Tinggal di Gubuk Puluhan Tahun

390
0
potret kemiskinan warga Rensing, Lotum
Foto : Syarif Salim warga Desa Rensing, Sakra Barat yang hidup digubuk reot puluhan tahun lamanya. (doc)

LOMBOK TIMUR – Kehidupan Salim Syarif (53) boleh dibilang jauh dari kata layak. Tinggal digubuk reot hanya beralaskan tikar yang sudah lusuh, warga asal Timuk Rurung, Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur ini membangun tempat tinggal persis dipinggir sungai dengan sangat sederhana.

Gubuk reot yang ditempatinya itu tingginya tak lebih dari 2 meter, tiangnya pun hanya menggunakan bambu, beratapkan beberapa kain, karpet dan pelepah daun kelapa. Jika hujan turun, gubuk yang tempati itu sering mengalami kebocoran.
Tak jarang, eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini menumpang tidur di rumah kerabatnya, untuk menghindari air yang hujan yang masuk lewat atap gubuk reotnya itu.

Diketahui, Salim menjalani kehidupan seperti itu sudah puluhan tahun lamanya. Hanya saja, ia sering berpindah-pindah. Dan gubuk reot yang menjadi tempat singgahnya saat ini baru setahun lebih ditempati.

“Sudah puluhan tahun saya begini, tapi kalau tinggal disini (gubuk reotnya itu, Red) sudah setahun lebih,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari Salim, ia memiliki saudara yang juga tinggal tak jauh dari gubuknya itu. Namun ia menolak untuk tinggal bersama saudara, lantaran merasa malu dan tidak ingin merepotkan saudara yang sudah memiliki rumah tangga.

“Saya malu untuk menyusahkan orang lain,” ucap salim sembari memilah biji kapas yang ada ditangannya.

Diketahui, Salim juga pernah menjalin bahtera rumah tangga tapi tak memiliki buah hati. Sayangnya, perkawinannya tidak berlangsung lama.

Sebenarnya, Salim memiliki sebidang tanah dan tanah miliknya itu sudah digadaikan ke saudaranya untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

Saat ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Salim mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual. Dalam sehari, terkadang ia mampu mengumpulkan uang dari hasil menjual barang bekas sebesar Rp. 5.000. Bahkan dalam sehari, uang Rp. 5000 belum tentu juga didapatkannya.

BACA JUGA  Pusat Kucurkan Dana Rp. 4,6 Miliar untuk Pengembangan Destinasi Wisata

“Kalau ada rezeki saya beli nasi, kalau tidak ada terpaksa menahan lapar. Kadang-kadang juga dibawakan sama saudara. Tapi makanan yang dibawakan itu tetap saya bayar, karena saya merasa malu dan tidak ingin menyusahkan orang lain,” tutur Salim.

Kendati memiliki saudara, Salim mengaku malu dan tidak ingin merepotkan saudaranya. Sehingga ia lebih baik memilih tinggal di gubuk reot yang dibuatnya dipinggir sungai.

“Sering dia (saudaranya Salim, Red) kesini, tapi saya tidak mau merepotkan dia, dia juga udah berkeluarga,” imbuhnya.

Duda (53) tanpa anak itu juga tidak bisa membantah bahwa dirinya mendapatkan bantuan dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim untuk membuatkannya rumah yang layak.

Meski sebelumnya, ia pernah didaftarkan sebagai warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh kadusnya. Tapi, hingga saat ini tidak pernah terealisasi.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Rensing Bat, Hadianto mengungkapkan bahwa, yang menjadi persoalan dari mantan TKI itu hanya tempat tinggalnya saja.

“Yang menjadi persoalan saat ini rumah saja, tidak ada masalah lain,” sebutnya.

Adapun untuk bantuan yang didapati berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun sambungnya, bantuan itu sudah tidak lagi didapati karena bantuan itu sendiri sudah tidak ada lagi Kemensos.

“Cuma BST ini yang didapati, yang lainnya tidak ada,” ucapnya.

Pihaknya juga akan terus mengupayakan agar membangunkan mantan TKI itu rumah yang layak. Ia juga menjalaskan jumlah masyarakat yang mendapatkan Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) berjumlah 6 orang.

“2 orang di dusun ini (Timuk Rurung, Red) dan sisanya masing-masing satu ditiap dusun,” tutupnya. (wr-sid)

Artikel sebelumyaWabup Lotim Lantik Dewas dan Pengurus BUMDes Banjar Sari
Artikel berikutnyaSekda Lotim Beri Batas Waktu Camat dan Desa Perkuat Tim ACSIA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here