LOMBOK TIMUR – Dalam dua tahun sisa jabatan kepemimpinan Sukiman Azmy – Rumaksi (SUKMA) akan terus membenahi disemua sektor. Namun, Bupati Lotim Sukiman Azmy lebih memilih untuk memfokuskan diri pada tiga sektor penting lainnya, diantaranya, infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.

Dalam penyampaiannya pada acara Refleksi 3 tahun kepemimpinan SUKMA di pendopo Bupati Lotim, Senin (27/9), Sukiman Azmy menegaskan, ketiga sektor itu sebagai indikator untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Google search engine

Pembagian tugas bersama Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi sebagai upaya untuk lebih memperhatikan di sektor lainnya, semisal pertanian, Lingkungan Hidup (LH) dan beberapa sektor lainnya diluar tiga sektor itu.

Dikatakan Sukiman, pada masa kampanye politik SUKMA dulu, air mengalir sepanjang tahun, jalan mulus sepanjang jalan, listrik menyala sepanjang hari menjadi janji politik saat itu. Janji politik itu sudah terlaksana, namun dari janji kampanye yang terlaksana itu belum sepenuhnya tertangani dengan baik.

“Dari hasil capaian kita sudah lebih baik dari tahun 2018 lalu. Namun masih ada yang belum tertangani dengan baik. Kemarin saya menghadiri acara di pelosok desa dan ternyata jalannya masih memperihatinkan dan mengharapkan OPD yang bersangkutan terus turun lapangan,” jelas Sukiman Azmy dihadapan Forkompimda Lotim, pimpinan OPD dan para camat serta undangan lainnya.

Lebih jauh dikatakannya, masalah air bersih khususnya di wilayah Selatan Lotim, pihaknya akan menyelesaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran sekitar Rp. 100 miliar dari Kementerian PUPR. Dengan begitu, masyarakat yang ada di wilayah bagian selatan tidak lagi menerima distribusi air menggunakan tanki air.

“Nanti tidak lagi menggunakan mobil tangki untuk penyaluran air, namun air akan mengalir melalui pipa. Itu untuk mengatasi kesulitan air bersih di wilayah selatan,” harapnya

BACA JUGA  Dispar Lotim Kembangkan Konsep Pariwisata Trisila

Terkait dengan kesehatan, hingga saat ini Lotim memiliki 3 RS, satu diantaranya berstatus tipe-B. Pemda Lotim juga saat ini tengah membangun rumah sakit anak dan ibu dengan fasilitas yang lengkap guna menekan angka kematian.

“Bulan Desember mendatang, kita akan resmikan RS ibu dan anak,” ucapnya.

Sementara pada sektor pendidikan sebutnya, masih banyak yang harus dibenahi, seperti sekolah yang dalam kondisi rusak pasca dilanda gempa bumi yang hanya menggunakan bangunan darurat.

“Alhamdulillah pada tahun ini ada kesanggupan dari BNPB untuk merehab bangunan sekolah yang rusak. Selama ini kita tidak mampu membangun sekolah, pasalnya satu sekolah saja menghabiskan anggaran Rp.5 miliar, sedangkan APBD kita tidak mampu untuk itu,” ujarnya

Alasan mendasar untuk menangani tiga sektor ini kata Sukiman, agar IPM Lotim meningkat lebih baik dari sebelumnya.

“Mudah-mudahan di tahun 2023 nanti, diakhir masa jabatan kami (SUKMA, Red), paling tidak kita berada di ranking ke-tujuh, itu capaian minimal,” katanya. (wr-sid)

Artikulli paraprakPrihatin, Pemkab Lotim Bangunkan Salim Rumah
Artikulli tjetërSekda Lotim : Pemuda Agen Perubahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini