LOMBOK TIMUR – Kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lombok Timur masih saja terjadi. Bahkan kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan terjadi justru di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.

Banyak ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan meninggal dunia di rumah sakit, bukan berarti pelayanan tidak maksimal ditangani, melainkan terlambat dirujuk.

Google search engine

Karenanya, Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy mengancam akan mencopot Kepala Puskesmas (Kapus) apabila terlambat membawa pasien ibu melahirkan hingga menyebabkan kematian sang ibu dan bayi.

Pemindahan pasien dari institusi paling kecil kata Sukiman lantaran sudah terlambat untuk ditangani. Dan akibatnya pendarahan yang sudah sangat parah dan kemungkinan pasien sudah dalam kondisi kritis sehingga menyebabkan kematian.

“Ini menjadi tanggung jawab Kapus dan institusi kesehatan terkecil termasuk klinik. Apabila kejadian itu terulang, saya akan copot,” tegas Sukiman Azmy saat menyampaikan pidatonya dihadapan Forkompimda dan kepala OPD pada acara Refleksi 3 tahun kepemimpinan SUKMA di pendopo Bupati Lotim, Senin kemarin (27/9).

Untuk diketahui terang mantan Dandim 1615/ Lotim itu, tingginya angka kematian ibu dan bayi mempengaruhi tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur.

MoU bersama TNI/Polri kata dia, sebagai upaya menekan seminimal mungkin angka kematian ibu dan bayi. Nota kesepahaman ini dimaksudkan agar TNI/Polri ikut bersama-sama bertanggung jawab mencegah kematian ibu melahirkan.

Baik Bhabinsa, Polmas, kepala desa dan puskesmas hingga ke tingkat bawah dapat memantau dan melihat kondisi ibu-ibu yang melahirkan dilingkungannya masing-masing.

“Kedepan kita ingin IPM kita menjadi lebih baik. Kematian ibu sangat menentukan tingkat IPM kita,” jelasnya. (wr-di)

BACA JUGA  Gubernur NTB : Pinjaman Daerah Untuk Rumah Sakit dan Infrastruktur
Artikulli paraprakKejari Lotim Dalami Dugaan Penyalahgunaan Dana Reses DPRD Lotim
Artikulli tjetërMantan Kades Banjar Sari Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp. 200 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini