8LOMBOK TIMUR – Polres Lombok Timur (Lotim) memusnahkan Barang Bukti (BB) hasil penangkapan berupa ratusan gram sabu dan ratusan butir ekstasi.

Ratusan gram BB berupa sabu yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penangkapan pada 27/8 lalu. Dimana kasus penyelundupan barang haram yang dilakukan RF (32) alamat Kampung Karya Barat, Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Lotim dilakukan antar pulau.

Google search engine

Adapun modus pelaku saat itu dengan menyembunyikan barang bukti ke dalam perut dengan dibungkus plastik menjadi 3 bagian.

“Pelaku ditangkap di Jenggik (Perbatasan Lotim dan Loteng, Red) lalu dibawa ke RSUD dr. R Soedjono Selong untuk membantu tim mengeluarkan barang itu. Masing-masing poket berisikan sebanyak 97,48 gram, 93,95 gram dan 2 gram sabu,” terang Kepala Bagian Perencanaan Polres Lotim, Kompol Ahmad Sutarman, S.H selaku perwakilan Kapolres Lotim, AKBP Herman Suyono kepada wartawan, Rabu, (29/9).

Tak hanya sabu, ratusan butir ekstasi juga ikut dimusnahkan. Barang haram tersebut merupakan hasil temuan Satres Narkoba Polres Lotim yang dikirim menggunakan paket melalui JNE Sikur.

Kecurigaan pihak JNE Sikur muncul ketika sudah 3 hari tidak ada penerima barang yang mengambil paket tersebut.

Menimbulkan kecurigaan, pihak JNE Sikur melaporkannya dan langsung dilakukan pemeriksaan. Benar saja, paket tersebut berisikan ratusan ekstasi, berupa Tramadol HCI sebanyak 300 butir dan Trihexyphenidyil sebanyak 350 butir.

“Paket itu dikirim dari Tangerang, namun tidak ada informasi identitas pengirimnya. Intinya kita musnahkan semua sekarang ini, karena obat-obat ini dilarang edar bebas,” katanya.

Sementara menurut Ebang Yuliastusi, selaku Seksi Farmasi dan Makanan Minuman pada Dinas Kesehatan Lotim mengungkapkan, kedua jenis obat tersebut memiliki edar resmi dan dapat di temukan di apotik ataupun rumah sakit, namun cara mendapatkan tersebut harus menggunakan resep dokter.

BACA JUGA  Melawan, Dua Dari 3 Pelaku Curanmor Ditembak

“Obat itu biasanya di gunakan untuk orang yang mengidap gangguan jiwa dan jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan halusinasi” tutupnya. (wr-sid)

Artikulli paraprakMantan Kades Banjar Sari Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp. 200 Juta
Artikulli tjetërDesa Kumbang Raih Peringkat 5 Terbaik Nasional Implementasi KIP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini