RibuaLOMBOK TIMUR – Ribuan peserta Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Penjanjian Kontrak (P3K) di Lombok Timur (Lotim) mulai berguguran. Peserta yang dinyatakan tidak lulus passing grade (nilai ambang batas minimal) tersebut otomatis tidak bisa mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Salmun Rahman menyebutkan, dari 2.824 jumlah peserta CPNS yang mengikuti tes SKD tersebut, ada 1.595 peserta yang dinyatakan tidak lulus pada tahap selanjutnya.

Google search engine

“Untuk CPNS ada 968 peserta yang memenuhi pasing grade. 1.595 orang peserta tidak memenuhi passing grade,” beber Salmun Rahman pada wartawan saat ditemui diruangannya, Kamis, (30/9).

Adapun untuk peserta P3K non guru yang mengikuti tes SKD tersebut berjumlah 380 peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 127 peserta yang memenuhi passing grade dan yang tidak memenuhi passing grade sebanyak 247 peserta.

“Yang memenuhi passing grade baik dari CPNS maupun P3K non guru ini rendah,” katanya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti tes SKD CPNS tersebut sambungnya, ada 252 peserta yang tidak mengikuti tes. Sedangkan untuk P3K non guru berjumlah 6 orang.

“Jadi yang hadir untuk mengikuti tes SKD CPNS itu 2.563, untuk P3K 374 yang hadir. Sisanya tanpa keterangan,” beber Salmun.

Adapun dampak dari rendahnya peserta yang lolos tes SKD tersebut kata dia, akan sangat berdampak bagi kekosongan formasi yang dibutuhkan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan BKPSDM Lotim, sekitar 78 formasi yang diperkirakan akan kosong baik itu formasi CPNS dan P3K. Untuk CPNS sekitar 16 formasi dari 107 formasi yang dibutuhkan dan P3K berjumlah 62 formasi yang akan kosong dari 138 formasi yang dibutuhkan.

BACA JUGA  Hari Pertama Tes SKD CPNS Lotim Diikuti 170 Peserta

Untuk formasi yang diprediksi akan kosong pada CPNS, 8 formasi yang tidak memenuhi passing grade, yakni pada Ahli Pertama Analis Sumber Daya Manusia (SDM) di Dikbud,
Trampil Nutrisionis di Puskesmas (PKM) Aikmel, Trampil Sanitarian PKM Belanting,
Trampil Sanitarian PKM Denggen, Trampil Sanitarian PKM Lb. Lombok, Trampil Perawat PKM Ld. Nangka, Trampil Perekam Medis RSUD Lotim dan Trampil Sanitarian RSUD Lotim.

Sedang untuk 3 formasi yang tidak ada pelamar, yakni pada Ahli Pertama Dokter Gigi PKM Kr. Baru, Trampil Sanitarian PKM Kr. Baru dan Ahli Pertama Teknisi Elektromedis RSUD Lotim.

Sementara 5 formasi yang tidak lulus formasi, yaitu pada Ahli Pertana Analis Perdagangan Disprindag, Ahli Pertama Arsiparis Perpustakaan, Trampil Sanitarian PKM Aikmel, Ahli Pertama Dokter Gigi PKM Sakra dan Trampil Sanitarian PKM Suela.

Lebih lanjut dirincikannya, untuk P3K non guru yang 62 kosong dari 138 formasi tersebut, ada 44 formasi yang tidak memenuhi passing great, 10 tidak ada pelamar, 8 tidak lulus administrasi

“Ini untuk sementara karena belum ada kebijakan, kalau ada kebijakan, yang kosong itu akan diisi. Jika tetap tidak ada kebijakan, berarti kita kehilangan 78 formasi yang dibutuhkan,” tutup Salmun. (wr-sid)

Artikulli paraprakTertibkan Tanah, Pemkab Lotim Bentuk Panitia Pertimbangan Landreform
Artikulli tjetërRatusan Emak-Emak Asal Masbagik Geruduk Kantor BRI Selong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini