LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 100 miliar untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah selatan Lotim. Demikian pula untuk di Kecamatan Sembalun. Pemkab sudah menyediakan anggaran sebesar Rp. 37 miliar.

Penanganan kebutuhan air bersih ini menjadi prioritas kepemimpinan Sukiman Azmy – Rumaksi (SUKMA) tahun 2021 -2022 mendatang, khusus pada peningkatan infrastruktur.

Google search engine

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, H. Marhaban, ST menjelaskan, penanganan sejumlah infrastruktur terutama jaringan air bersih masih menjadi prioritas utama.

Dia menyebutkan, wilayah selatan Lombok Timur terutama di 5 kecamatan masih membutuhkan penanganan air bersih. Termasuk di wilayah Sembalun dan sekitarnya.
Walau diakuinya, wilayah selatan sebagai daerah yang perlu penanganan khusus untuk mendapatkan air bersih.

“Melalui PUPR anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp. 100 miliar untuk wilayah 5 kecamatan itu. Sedangkan untuk Sembalun dan sekitarnya sekitar Rp. 37 miliar,” sebut Marhaban kepada media ini, belum lama ini.

Tetapi kata dia, ketersediaan air yang akan didrop dari wilayah utara, setidaknya terintegrasi dengan jumlah 14 ribu Sambungan Rumah (SR) pelanggan yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim. Dan target 14 ribu sambungan itu diharapkan bisa terpenuhi pada tahun 2023 mendatang.

Untuk kapasitas air yang diambil dari sumber mata air diwilayah bagian utara, diestimasikan sebesar 150 liter per detik. Demikian pula di wilayah Sembalun mencapai 30 liter per detik.

Tetapi khusus di wilayah Sembalun, keberadaan sumber mata air sebagian besar titik spot berada di wilayah konsensi kawasan hutan lindung.

“Untuk Kecamatan Sembalun, diperkirakan sambungan mencapai 5 ribu pelanggan. Termasuk di area spot air rest area. Tapi, sumber mata air tidak bisa dikelola dengan cara dikomersilkan,” kata Marhaban.

BACA JUGA  APH Diminta Telisik Dana Hibah KNPI Lotim

Berada di wilayah konsensi kawasan hutan lindung kata Marhaban, tidak serta merta bisa dimanfaatkan dengan leluasa. Apalagi untuk dikomersilkan sebagai ladang bisnis.

Baginya, hanya satu cara untuk mengelola keberadaan sumber mata air dari kawasan itu, yakni dengan cara membentuk Pengelolaan Air Minum Desa (PAMDes) oleh masyarakat setempat.

“Dalam waktu dekat ini kami akan ke Sembalun untuk sesegera mungkin membentuk PAMDes agar kebutuhan air bagi masyarakat setempat segera diwujudkan,” harap Marhaban. (wr-di)

Artikulli paraprakSumur Warga Disejumlah Tempat di Kota Selong Mengering
Artikulli tjetërMobil Pasutri Terjun ke Jurang Sembalun, Seorang Dinyatakan Meninggal Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini